Minggu, 31 Agustus 2025 00:16 WIB

RSUP Dr M Djamil Luncurkan Kit Pneumoplex 30 dan Implementasi Layanan Diagnostik Molekuler

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
8

Padang (28/08) - RSUP Dr. M. Djamil secara resmi meluncurkan Kit Pneumoplex 3.0 serta Implementasi Layanan Diagnostik Molekuler. Inovasi ini merupakan langkah strategis dalam upaya mengatasi ancaman serius Resistensi Antimikroba (AMR) yang kian mengkhawatirkan. Produk tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi (PDRPI) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan mitra strategis PT Crown Teknologi Indonesia (CTI).

"Penggunaan antibiotik yang tidak rasional telah menjadi salah satu pemicu utama munculnya resistensi. Pemanfaatan diagnostik molekuler memungkinkan deteksi cepat dan akurat terhadap patogen. Ini menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa pemberian antibiotik bersifat empiris, tepat sasaran, dan rasional," kata Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM MARS, FISQua saat Webinar Implementasi Diagnostik Molekuler untuk Peningkatan Pemberian Antibiotik Empiris yang Adekuat dan Peluncuran Kit Pneumoplex 3.0 di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Acara peluncuran tersebut dibalut dalam format webinar bertajuk "Implementasi Diagnostik Molekuler untuk Peningkatan Pemberian Antibiotik Empiris yang Adekuat dan Peluncuran Kit Pneumoplex 3.0." Hadir dalam acara tersebut secara virtual antara lain mewakili Wakil Menteri Kesehatan RI, Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes, serta Kepala Laboratorium PDRPI Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, Direktur Layanan Operasional drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, Direktur Medik dan Keperawatan Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, manajemen, serta peserta webinar.

Menurut Dovy, diagnostik molekuler memungkinkan identifikasi penyebab infeksi sejak dini, sehingga tenaga medis dapat memberikan antibiotik empiris secara lebih adekuat. "Dampaknya adalah peningkatan mutu pelayanan, penurunan angka resistensi, percepatan kesembuhan pasien, serta optimalisasi efisiensi biaya kesehatan. Langkah ini tidak hanya menguntungkan pasien, tetapi juga rumah sakit dan sistem pembiayaan kesehatan nasional secara keseluruhan," ungkapnya.

Sebagai rumah sakit rujukan nasional untuk wilayah Sumatera Tengah, RSUP Dr. M. Djamil memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan tata kelola penggunaan antibiotik yang rasional dan berbasis bukti ilmiah. Dr. Dovy menegaskan komitmen rumah sakit untuk terus bergerak maju menjadi pusat rujukan yang unggul, didukung oleh teknologi terkini dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Ia menekankan dengan mengimplementasikan teknologi ini di RSUP Dr. M. Djamil, berharap akan terjadi peningkatan ketepatan terapi antibiotik, khususnya pada kasus-kasus infeksi berat dan kompleks. Pemangkasan waktu diagnosis, sehingga pengobatan dapat diberikan lebih dini. "Penurunan angka resistensi antibiotik, melalui tata kelola penggunaan antibiotik yang lebih terarah. Dan peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien secara keseluruhan," harapnya.

Wakil Menteri Kesehatan RI diwakili Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes menyampaikan apresiasi kepada RSUP Dr. M. Djamil yang terlibat dalam pengembangan inovasi ini. "Diharapkan dengan produk ini bisa membantu pemilihan antibiotik yang lebih tepat. Kalau pemilihan antibiotik tepat, maka biaya rawatan pasien dan tingkat kesembuhan pasien makin kecil, dan menekan laju penyebaran resistensi antimikroba," kata drg. Yuli.

Ia juga berharap inovasi ini akan menjadi titik tolak dan akan diikuti oleh rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan lainnya. "Ini menandakan bahwa RSUP Dr. M. Djamil telah mengambil langkah penting yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi fasilitas kesehatan lain di Indonesia," tukasnya. Pada kesempatan itu, webinar menghadirkan narasumber Kepala Laboratorium PDRPI Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, Ketua KSM Mikrobiologi Klinik Dr. dr. Linosefa, Sp.MK, dan Ketua Komite PPRA RSUP Dr. M. Djamil dr. Fedrian, Sp.PD-KPTI, FINASIM.(*)