Padang (5/11) - RSUP Dr. M. Djamil terus bergerak aktif dalam upaya modernisasi dan pengembangan infrastruktur. Bertempat di Ruang Rapat Direksi, RSUP Dr. M. Djamil mengadakan pertemuan dengan tim dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI, Badan Usaha Milik Negara di bawah Kementerian Keuangan yang bergerak di bidang pembiayaan infrastruktur. Pertemuan yang dipimpin oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua didampingi Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo dan manajemen, ini merupakan tindak lanjut dari upaya rumah sakit untuk merealisasikan Masterplan Pengembangan yang telah disetujui oleh Menteri Kesehatan RI. RSUP Dr. M. Djamil termasuk rumah sakit di lingkungan Kementerian Kesehatan dengan sarana prasarananya tertinggal. Kondisi ini terutama disebabkan oleh usia bangunan yang mayoritas sudah tua dan berumur sekitar 40 tahunan, sehingga tidak lagi representatif untuk memenuhi kebutuhan
layanan kesehatan modern dan standar rumah sakit rujukan nasional, kata Dovy Djanas, Rabu (5/11).
Turut hadir dari PT SMI yakni Kepala DPPU 1 PT SMI Erdian Dharmaputra, Team Leader Analis PT SMI D. Sukma Permana, TL RM PT SMI Ery Hartito dan staf.
Namun, Ia menegaskan ketertinggalan tersebut hanya berlaku pada aspek fisik. Dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan layanan, kami tidaklah tertinggal. SDM kami luar biasa dan mampu bersaing, kami adalah rumah sakit rujukan di Sumatera Bagian Tengah, imbuhnya. Kabar baiknya, RSUP Dr. M. Djamil telah memiliki Masterplan Pengembangan yang komprehensif, yang telah disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI. Masterplan ini merupakan cetak biru jangka panjang yang bertujuan untuk mengubah wajah rumah sakit menjadi fasilitas layanan
spesialis dan multikompleks yang modern dalam beberapa tahun ke depan. Rencana pembangunan berdasar masterplan ini diperkirakan akan dimulai pada tahun 2027.
Namun, realisasi masterplan ini menghadapi tantangan besar terkait pembiayaan. Pembangunan masterplan ini pembiayaannya tidak sepenuhnya akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sisanya, kami harus mencari sumber pembiayaan lain, jelas Dovy Djanas.
Inilah yang melatarbelakangi pentingnya pertemuan dengan PT SMI. RSUP Dr. M. Djamil kini secara aktif menjajaki berbagai opsi pendanaan alternatif. Termasuk melalui skema kerja sama pembiayaan infrastruktur yang ditawarkan oleh PT SMI, bahkan kami sedang mengkaji skema pendanaan syariah. Pinjaman dari lembaga pembiayaan seperti PT SMI ini diharapkan dapat menutupi kekurangan dana APBN untuk memastikan proyek pengembangan dapat berjalan sesuai jadwal, tukasnya. (*)