Padang - RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan layanan dan pendidikan kesehatan. Pada Jumat (24/4), rumah sakit yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan tersebut menerima kunjungan tim visitasi dari Kolegium Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Indonesia di Ruang Rapat Direksi.
Kunjungan ini menjadi bagian penting dalam rangka persiapan penyelenggaraan Program Studi Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular (BTKV) yang akan dikembangkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas bekerja sama dengan RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit pendidikan utama. Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang bedah spesialis yang memiliki peran krusial dalam penanganan penyakit jantung, paru, dan pembuluh darah.
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil diwakili oleh Direktur Perencanaan dan Keuangan, Luhur Joko Prasetyo, dalam sambutannya menyampaikan pihak rumah sakit menyambut baik dan mendukung penuh proses visitasi tersebut. Kehadiran program studi BTKV merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperkuat fungsi RSUP Dr. M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan dan pusat pendidikan.
“Visitasi ini bukan hanya menjadi bagian dari proses administratif, tetapi juga momentum bagi kami untuk memastikan seluruh aspek kesiapan telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh kolegium,” ujar Luhur Joko Prasetyo.
Turut hadir Ketua Kolegium BTKV Indonesia Dr. dr. Ketut Putu Yasa, Sp.B., Sp.BTKV., Subsp.VE(K), FICS, FIATCVS dan dr. Wahyu Wiryawan, Sp.B, Sp.BTKV, Subsp. JPK (K), MKM, tim BTKV FK Unand/RSUP Dr. M. Djamil Dr. dr. Muhammad Riendra, Sp.BTKV, Subsp. V.E(K), FIATCVS, dr. Ardiansyah, Sp.BTKV, FICS, FIATCVS, MARS, dr. Aulia Rahman Sp.BTKV, Subsp. JD (K), dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil.
Ia menambahkan rumah sakit terus berupaya menghadirkan layanan unggulan yang sejalan dengan perkembangan ilmu kedokteran modern. Pengembangan program studi BTKV membutuhkan sinergi yang kuat antara rumah sakit dan institusi pendidikan. “Kami percaya kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas akan menghasilkan sistem pendidikan yang komprehensif, sehingga mampu melahirkan dokter spesialis yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di lapangan,” katanya.
Ia juga menekankan kesiapan sumber daya menjadi perhatian utama dalam proses ini. “Tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga tenaga medis, tenaga pendidik, serta sistem pendukung lainnya harus dipersiapkan secara matang agar program ini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” tutupnya.
Tim visitasi dari Kolegium Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Indonesia melakukan penilaian terhadap berbagai aspek, termasuk kesiapan sarana dan prasarana, kurikulum pendidikan, ketersediaan tenaga pengajar, serta sistem pendukung lainnya. Proses ini menjadi tahapan krusial sebelum program studi tersebut dapat resmi dibuka dan menerima peserta didik.
Kegiatan visitasi berlangsung dengan diskusi yang intensif dan konstruktif antara tim kolegium, manajemen rumah sakit, serta pihak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Semua pihak berharap hasil visitasi ini dapat memberikan rekomendasi positif sehingga program studi BTKV dapat segera direalisasikan.
Dengan adanya program ini, RSUP Dr. M. Djamil diharapkan tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di wilayah Sumatera Barat, tetapi juga berperan sebagai pusat pendidikan spesialis yang mampu mencetak tenaga ahli di bidang bedah toraks, kardiak, dan vaskular untuk memenuhi kebutuhan nasional.***