Padang - RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus edukasi kesehatan bagi masyarakat. Pada Jumat (24/4), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan menggelar kegiatan edukasi kesehatan tentang manajemen diabetes melitus. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Poliklinik Khusus Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, dan diikuti oleh pasien serta keluarga pasien yang tengah menjalani pengobatan.
Edukasi ini menghadirkan narasumber dr. Athari Fadhila, Sp.PD yang memaparkan secara komprehensif tentang manajemen diabetes melitus, mulai dari pemahaman dasar penyakit hingga langkah-langkah pengendalian yang efektif. Dalam pemaparannya, dr. Athari menekankan diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan keterlibatan aktif dari pasien.
“Pengendalian kadar gula darah tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pola hidup sehari-hari. Pasien diimbau untuk menjaga pola makan seimbang, rutin melakukan aktivitas fisik, serta mematuhi anjuran terapi yang diberikan oleh tenaga medis. Selain itu, pemantauan gula darah secara berkala juga menjadi kunci penting dalam mencegah komplikasi,” kata dr. Athari Fadhila, Sp.PD.
dr. Athari Fadhila, Sp.PD menjelaskan komplikasi diabetes dapat berdampak serius apabila tidak dikelola dengan baik, seperti gangguan pada jantung, ginjal, saraf, hingga penglihatan. “Oleh karena itu, edukasi seperti ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pasien sehingga mampu mengelola penyakitnya secara mandiri dan optimal,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Athari Fadhila, Sp.PD juga mengingatkan banyak kasus diabetes yang tidak terkontrol disebabkan oleh kurangnya disiplin dalam menjalani pengobatan dan pola hidup sehat. “Kunci utama dalam pengelolaan diabetes adalah konsistensi. Pasien harus patuh minum obat, menjaga pola makan, dan rutin kontrol agar gula darah tetap stabil,” jelasnya.
Ia juga menegaskan dukungan dari lingkungan terdekat sangat membantu pasien dalam menjalani perubahan gaya hidup yang tidak mudah. “Keluarga memiliki peran besar dalam mengingatkan, mendampingi, dan memberikan motivasi kepada pasien. Dengan dukungan yang baik, pasien akan lebih semangat untuk menjaga kesehatannya,” ungkap dr. Athari.
Selain itu, dr. Athari Fadhila, Sp.PD mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap deteksi dini diabetes melitus. Banyak penderita yang tidak menyadari kondisi mereka hingga muncul komplikasi. “Jangan menunggu gejala berat. Lakukan pemeriksaan secara berkala, terutama bagi yang memiliki faktor risiko. Semakin dini terdeteksi, semakin baik peluang untuk mengendalikan penyakit ini,” tukasnya.***