Padang (2/1) - RSUP Dr. M. Djamil terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memperkuat sektor sumber daya manusia (SDM). Terbaru, rumah sakit milik Kementerian Kesehatan RI ini secara resmi menerima 46 tenaga outsourcing tambahan yang dikelola melalui Koperasi Konsumen Pegawai Republik Indonesia (KKPRI) RSUP Dr. M. Djamil.
Prosesi penyerahan tenaga kerja ini berlangsung khidmat di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Jumat (2/1). Acara tersebut menandai langkah strategis rumah sakit dalam memastikan setiap unit kerja memiliki dukungan personel yang optimal.
Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menerima secara langsung ke-46 tenaga kerja tersebut dari Ketua KKPRI RSUP Dr. M. Djamil, Ns. Ema Julita, S.Kep, MARS, FISQua.
Dalam sambutannya, dr. Maliana menekankan penambahan tenaga kerja ini merupakan respons terhadap dinamika kebutuhan layanan di rumah sakit yang terus meningkat. Ia berpesan agar para tenaga baru segera beradaptasi dengan budaya kerja rumah sakit yang mengedepankan profesionalisme dan keramahan.
"Kehadiran tenaga outsourcing memiliki peran vital dalam mendukung operasional harian kami. Kami berharap saudara-saudara dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjaga nama baik institusi," ujar dr. Maliana.
Dengan bertambahnya 46 personel baru ini, dr. Maliana mengungkapkan total tenaga outsourcing yang saat ini bertugas di RSUP Dr. M. Djamil telah mencapai 163 orang. Ratusan tenaga kerja tersebut ditempatkan secara strategis di berbagai unit kerja, mulai dari bagian administrasi, teknis, hingga unit pendukung lainnya yang bersentuhan langsung maupun tidak langsung dengan pelayanan pasien.
Ketua KKPRI, Ns. Ema Julita, menyatakan pihak koperasi berkomitmen untuk terus menyediakan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh rumah sakit. Kerjasama ini diharapkan dapat terus berjalan harmonis demi mendukung visi RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat layanan kesehatan terkemuka di Sumatera Barat.
"Penempatan tenaga kerja ini diharapkan dapat menutupi celah kebutuhan SDM sehingga operasional rumah sakit berjalan lebih efektif, efisien, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat yang datang berobat," tukasnya.(*)