Surakarta - Rumah Sakit Ortopedi Soeharso Surakarta memperingati Hari Kartini tahun 2026 dengan menggelar sarasehan bertajuk Ngobrol Inspiratif Kartini Masa Kini atau NGOPI KARTINI yang mengusung tema Tangguh Profesional dan Humanis. Kegiatan yang berlangsung di Joglo RSO Soeharso ini menjadi momentum refleksi nasional tentang peran strategis perempuan di fasilitas pelayanan kesehatan lanjutan, sekaligus menunjukkan bahwa emansipasi telah melahirkan kepemimpinan perempuan yang nyata di lingkungan rumah sakit.
Direktur Utama RSO Soeharso Dr dr Tito Sumarwoto SpOT K M Kes MARS menegaskan bahwa Hari Kartini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat akan kontribusi besar perempuan dalam membangun bangsa dan sistem kesehatan. Ia memaparkan data bahwa hampir lebih 50% posisi manajerial di RSO Soeharso diisi oleh perempuan, termasuk dua direktur wanita yakni Yulis Quarti SE Akt M Si dan Dina Sintia Pamela S Si Apt M Farm, yang membuktikan kesetaraan intelektual dan emosional antara perempuan dan laki-laki di dunia pelayanan kesehatan.
Sarasehan ini juga menjadi ajang apresiasi nasional terhadap tiga tenaga kesehatan perempuan yang memasuki masa purna tugas, yaitu Yustina Paran Subekti SST dari unit Radiologi, Prihantoro Larasati Mustiko SST FT Ftr dari unit Fisioterapi, serta Aries Cholifah S Kp M Pd dari bagian Administrasi. Mereka dinilai sebagai teladan profesionalisme dan pendekatan humanis selama mengabdi, serta diharapkan mampu menginspirasi generasi penerus tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur RSO Soeharso Dina Sintia Pamela menyampaikan sejumlah agenda strategis nasional tahun 2026 yang sedang dipersiapkan rumah sakit, di antaranya akreditasi KARS, akreditasi ACGME I dan LAMPT Kes, implementasi masterplan, pengembangan Soeharso Orthopaedic Centre, serta persiapan hari ulang tahun RSO Soeharso Surakarta. Ia mengajak seluruh pegawai untuk terus siaga mendukung program-program tersebut sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan kesehatan lanjutan di Indonesia.
Sementara itu dr Ni Luh Tantri Fitriyanti Sp PD Subsp Ger K membagikan pengalaman nyata dalam melayani pasien dengan pendekatan humanis, yang selaras dengan nilai-nilai kepeloporan Kartini dalam membangun ketangguhan dan kasih sayang. Acara ditutup dengan harapan agar seluruh civitas hospitalia RSO Soeharso, khususnya kaum perempuan, terus menjadi pribadi yang mandiri dan menginspirasi dalam pelayanan kesehatan yang profesional serta humanis di tingkat nasional.***