Surakarta β Seiring bertambahnya usia, kesehatan otot seringkali luput dari perhatian dibandingkan kesehatan tulang atau sendi. Padahal, penurunan massa dan fungsi otot atau yang secara medis dikenal sebagai Sarkopenia, merupakan ancaman nyata bagi kemandirian lansia.
Untuk menanggapi hal tersebut, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSO Soeharso Surakarta gencar memberikan edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik terukur sebagai upaya preventif utama. Edukasi tersebut dilaksanakan di Gedung Pelayanan Terpadu (Yandu) Lantai 2 pukul 09.00 WIB s/d selesai.
Sarkopenia bukan sekadar "proses penuaan biasa". Kondisi ini ditandai dengan hilangnya kekuatan otot secara progresif yang dapat menyebabkan risiko jatuh dan patah tulang meningkat, keterbatasan dalam beraktivitas harian (naik tangga, membawa belanjaan) dan penurunan kualitas hidup secara drastic, jelas dr. Abdullah Al Hazmy, M.Or., M.Ked.Klin., Sp.KFR, AIFO-K. Aktivitas Fisik adalah obat alami paling ampuh dan otot bersifat "use it or lose it"βgunakan atau Anda akan kehilangannya. Aktivitas fisik tidak harus berat, namun harus mencakup dua jenis latihan utama, jelasnya. Latihan Beban (Resistance Training), Menggunakan beban ringan, resistance band, atau berat tubuh sendiri (seperti squat kursi) untuk merangsang pertumbuhan serat otot. Dan Latihan Aerobik, Jalan cepat, bersepeda, atau berenang untuk menjaga kesehatan jantung dan metabolisme yang mendukung nutrisi ke otot. "Latihan kekuatan otot setidaknya dua kali seminggu dapat secara signifikan menghambat laju degenerasi otot, bahkan pada usia di atas 60 tahun.
Edukasi yang dihadiri oleh para keluarga pasien dan pengunjung banyak menanyakan bagaimana kita harus memulainya. RSO Soeharso menyarankan prinsip FITT : pertama, Frequency (Frekuensi) : Lakukan aktivitas fisik 3β5 kali seminggu. Kedua, Intensity (Intensitas), Mulai dari intensitas ringan ke sedang. Ketiga, Time (Waktu), Durasi 20β30 menit per sesi. Keempat, Type (Tipe), Kombinasi antara jalan kaki dan latihan kekuatan otot.
Sebagai pusat keunggulan ortopedi, RSO tidak hanya fokus pada tindakan bedah, tetapi juga pada aspek prehabilitasi dan rehabilitasi. Pasien diedukasi untuk menjaga asupan protein yang cukup guna mendukung aktivitas fisik yang dilakukan.
DIharapkan masyarakat lebih sadar bahwa menjadi tua tidak harus menjadi lemah. Otot yang kuat adalah investasi terbaik untuk masa tua yang mandiri dan bahagia.***