Padang - RSUP Dr. M. Djamil terus mematangkan langkah menuju transformasi layanan kesehatan skala internasional. Tepat pada hari ini, Jumat, 23 Januari 2026, rumah sakit milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini menerima kunjungan dari Tim Kerja Perencanaan Program, Evaluasi, dan Pelaporan Sesditjen Yankes, Tim Direktorat Fasyankes Rujukan, serta perwakilan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).
Kunjungan yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi ini merupakan agenda site visit dalam rangka penyiapan Readiness Criteria pinjaman luar negeri. Program ini ditujukan untuk peningkatan akses dan mutu pelayanan melalui penguatan kapasitas Rumah Sakit Pendidikan Milik Pemerintah yang diusulkan masuk dalam DRPPLN/Green Book Tahun 2025-2029.
Plh. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL, memaparkan rencana strategis pengembangan rumah sakit di hadapan para pemangku kepentingan. Pembangunan gedung pelayanan terpadu menjadi prioritas utama guna menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks.
"Pengembangan rumah sakit ini adalah upaya RSUP Dr. M. Djamil dalam memenuhi ekspektasi masyarakat. Kami ingin rumah sakit ini menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat pada khususnya, dan Sumatera Bagian Tengah pada umumnya," ujar Direktur Medik dan Keperawatan ini.
Turut dihadiri jajaran direksi serta tim manajemen. Kemudian Anggota Tim Kerja Sarana Prasarana Dit. Fasyankes Rujukan Yanuar, Anggota Tim Kerja Perencanaan Program, Evaluasi dan Pelaporan Setditjen Keslan Elfrida Novita Savitri, SKM dan Avila Cutari Dewi, SE dan anggota Tim AIIB Mita Anggraini.
Ia menjelaskan urgensi pengembangan ini didasari atas kondisi fisik bangunan rumah sakit yang rata-rata sudah berusia 30 hingga 40 tahun. Kondisi gedung yang terpisah-pisah dinilai mengakibatkan alur pelayanan tidak optimal. Selain itu, keterbatasan ruangan serta sistem komunikasi yang belum terintegrasi menjadi kendala teknis di lapangan.
"Kami juga kerap menghadapi kendala pada sistem rujukan (Sisrute) karena ruang kritis seperti PICU, NICU, dan ICU/ROI sering kali penuh. Inilah yang ingin kita solusikan melalui pengembangan kapasitas ini," tambahnya.
Terkait arah pembangunan, masterplan RSUP Dr. M. Djamil sendiri telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Kesehatan dengan pembagian kerja dalam beberapa tahapan. Pada tahap pertama, direncanakan akan dibangun Gedung Central Medical Unit (CMU) setinggi 8 lantai yang nantinya akan dilengkapi dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD), kamar operasi, ruang intensive care, serta fasilitas khusus untuk pendidikan dan penelitian. Selain itu, akan dibangun pula gedung Non-JKN setinggi 5 lantai untuk mendukung kemandirian layanan. "Proyek tahap pertama ini telah disetujui dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp 900 miliar, yang mencakup pengerjaan fisik bangunan hingga pengadaan alat kesehatan canggih, dengan target mulai konstruksi pada tahun 2027 melalui skema pinjaman luar negeri," sebutnya.
Ketua Tim Kerja Perencanaan Program, Evaluasi dan Pelaporan Setditjen Keslan, Ruri Purwandani, SP, MKM, dalam paparannya menyebutkan RSUP Dr. M. Djamil merupakan rumah sakit ke-11 yang dilakukan site visit dalam rangkaian program ini. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas komitmen serta dukungan penuh dari pimpinan rumah sakit yang telah mempersiapkan segala persyaratan teknis dengan matang.
"Berkat kesiapan tersebut, RSUP Dr. M. Djamil berhasil lolos menjadi salah satu dari 20 rumah sakit di Indonesia yang akan dibiayai melalui pinjaman luar negeri, sebuah pencapaian yang dinilai sebagai prestasi signifikan bagi institusi ini," ungkapnya.
Ruri menekankan kunjungan lapangan ini bertujuan untuk melakukan verifikasi akhir terhadap data yang telah dilaporkan. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan di RSUP Dr. M. Djamil tetap menjaga konsistensi dan sinergi agar proses administrasi menuju Green Book 2025-2029 berjalan tanpa hambatan. "Dukungan dari AIIB bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk kepercayaan internasional terhadap potensi pengembangan layanan kesehatan di Indonesia, khususnya di Sumatera Barat. Kami akan terus mengawal proses ini agar target peningkatan mutu layanan dan kapasitas pendidikan di rumah sakit ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," harapnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, rombongan melakukan kunjungan lapangan langsung ke lokasi rencana pembangunan tahap pertama di area RSUP Dr. M. Djamil. Kunjungan ini bertujuan untuk memvalidasi kesiapan lahan dan aspek teknis lainnya guna memastikan bahwa seluruh kriteria kesiapan telah terpenuhi sebelum melangkah ke tahap implementasi pendanaan. ***