Senin, 26 Januari 2026 15:43 WIB

Buka In House Training FNAB Tiroid Dir SPP Strategi Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pasien

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
10

Padang - Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes., secara resmi membuka kegiatan Workshop Patologi Anatomi In House Training Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) Tiroid dengan Panduan Ultrasonografi yang diselenggarakan di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan pada Sabtu, 24 Januari 2026. Perhelatan ini menjadi momentum penting dalam upaya rumah sakit untuk terus bertransformasi menuju keunggulan layanan diagnostik yang lebih presisi dan akurat.

Dalam sambutannya, dr. Maliana menegaskan  pelaksanaan workshop ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen berkelanjutan RSUP Dr. M. Djamil, terutama di bawah naungan Direktorat SDM, Pendidikan, dan Penelitian. Guna mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia secara menyeluruh.

"Model kegiatan in house training memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi tenaga medis. Hal ini dikarenakan format pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada pengayaan pengetahuan teoretis semata, namun lebih menitikberatkan pada penguasaan keterampilan praktis yang dapat langsung diimplementasikan dalam pelayanan klinis kepada pasien sehari-hari," kata dr. Maliana.

Menurut dr. Maliana, prosedur FNAB tiroid yang dipandu oleh ultrasonografi merupakan sebuah teknik diagnostik tingkat tinggi yang memerlukan ketepatan maksimal serta kolaborasi lintas disiplin yang harmonis. "Sinergi antara disiplin ilmu klinisi, radiologi, dan patologi anatomi menjadi kunci utama agar prosedur ini dapat berjalan efektif dan memberikan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan secara medis," tuturnya.

dr. Maliana menekankan melalui kegiatan ini, manajemen berharap dapat membangun kesamaan pemahaman dan standardisasi teknis di antara para praktisi medis. Peningkatan kualitas interpretasi hasil pemeriksaan yang didapat dari teknik FNAB dengan panduan USG ini diharapkan mampu meminimalisir risiko kesalahan diagnostik, yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan keselamatan pasien serta kualitas pelayanan yang lebih prima.

"Harapan besarnya adalah agar setiap tenaga medis yang terlibat memiliki kepercayaan diri dan akurasi yang lebih baik dalam menangani kasus-kasus nodul tiroid yang kian kompleks," harapnya.

Rangkaian workshop ini menghadirkan jajaran narasumber ahli yang kompeten di bidangnya, antara lain dr. Dinda Aprilia, Sp.PD-KEMD, FINASIM, dr. Yopi Triputra, Sp. B, Subsp.Onk(K), serta dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, Subsp.H.L.E(K), dengan jalannya diskusi dipandu oleh moderator dr. Pamelia Mayorita, Sp.PA, Subsp.M.S (K).

Tidak hanya berhenti pada penyampaian materi di dalam kelas, para peserta juga mendapatkan sesi hands on atau praktik langsung melakukan FNAB tiroid dengan panduan USG menggunakan sampel coba. Sesi ini dibimbing langsung oleh tim instruktur berpengalaman yang terdiri dari dr. Yopi Triputra, Sp. B, Subsp.Onk(K), dr. Alexander Kam, Sp.PD, MSc, FINASIM, dr. Pamelia Mayorita, Sp.PA, Subsp.M.S (K), dan dr. Yessy Setiawati, Sp.PA. Subsp. Kv.RM (K).

Dengan adanya simulasi langsung tersebut, diharapkan para peserta dapat menguasai koordinasi tangan dan mata yang diperlukan dalam mengoperasikan alat USG sambil melakukan aspirasi jarum halus secara akurat.***