Senin, 26 Januari 2026 17:08 WIB

Kemenkes Gelar Donor Darah Sukarela Perkuat Ketersediaan Darah Nasional

Responsive image
ant abs - Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan
22

Jakarta — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan darah nasional melalui kegiatan donor darah sukarela yang diselenggarakan pada Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Prof. Dr. G.A. Siwabessy, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Kementerian Kesehatan.

Acara dibuka dengan sambutan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan yang menekankan bahwa setetes darah memiliki arti besar dalam menyelamatkan nyawa manusia, dan donor darah merupakan wujud nyata solidaritas serta kepedulian terhadap sesama. Kegiatan ini dihadiri oleh Penasihat dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kementerian Kesehatan, Ketua Bidang Sosial dan Budaya DWP Pusat, Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan, serta para pimpinan Unit Pengelola Darah dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, RSUP Fatmawati, RS Kanker Dharmais, dan PMI Kota Tangerang.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan menjelaskan bahwa kebutuhan darah nasional masih menjadi tantangan besar setiap tahunnya. Mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia, kebutuhan darah ideal suatu negara adalah sekitar 2 persen dari total jumlah penduduk. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai 280 juta jiwa, kebutuhan darah nasional seharusnya mencapai sekitar 5,6 juta kantong per tahun. Namun, pada tahun 2025, ketersediaan darah di Indonesia baru mencapai 4,4 juta kantong, sehingga masih terdapat kesenjangan yang perlu dipenuhi melalui partisipasi aktif dan berkelanjutan dari seluruh lapisan masyarakat.

Keterlambatan ketersediaan darah dapat berakibat fatal, terutama bagi pasien dalam kondisi gawat darurat, ibu melahirkan dengan komplikasi perdarahan, korban kecelakaan, pasien kanker, thalasemia, serta penderita penyakit kronis lainnya yang membutuhkan transfusi darah secara rutin. Hingga saat ini, darah manusia tidak dapat digantikan oleh teknologi apa pun, sehingga peran pendonor menjadi sangat krusial. Selain bermanfaat bagi penerima, donor darah juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya, seperti membantu mengatur kadar zat besi sehingga menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan regenerasi sel darah baru, memberikan deteksi dini masalah kesehatan melalui pemeriksaan sebelum donor, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis karena tindakan altruistik terbukti menumbuhkan rasa bahagia dan kepuasan diri.

Kementerian Kesehatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat mutu pelayanan darah nasional melalui peningkatan kapasitas UPD, standarisasi pelayanan darah, serta memastikan distribusi darah yang lebih cepat dan merata. Pada kegiatan kali ini, target pendonor ditetapkan sebanyak 450 orang, namun antusiasme peserta sangat tinggi dengan jumlah pendaftar mencapai 534 orang. Sebagai bentuk keberlanjutan, pada tahun 2026 kegiatan donor darah di lingkungan Kementerian Kesehatan direncanakan akan diselenggarakan sebanyak empat kali, yaitu pada bulan Januari, April, Juni, dan November.

Menutup sambutannya, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan menyampaikan apresiasi kepada Dharma Wanita Persatuan Kementerian Kesehatan, seluruh UPD yang terlibat, serta para pendonor darah sukarela atas kontribusi dan kepeduliannya. Ia juga berpesan kepada tenaga kesehatan agar melaksanakan tugas sesuai standar, serta kepada para pendonor untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima dengan cukup beristirahat sebelum dan sesudah donor, serta menjadi pendonor darah secara lestari. Melalui kegiatan ini, diharapkan donor darah tidak hanya memperkuat persatuan dan kepedulian sosial, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. ***abs ant