Bukittinggi - RS Otak M. Hatta Bukittinggi menyelenggarakan Antimicrobial Stewardship Workshop sebagai bagian dari pelatihan Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) pada Senin, 26 Januari 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai tenaga kesehatan lintas profesi, di antaranya Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP), Analis Laboratorium, Perawat, serta Infection Prevention and Control Nurse (IPCN). Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan implementasi penggunaan antibiotik yang rasional, tepat, dan sesuai dengan regulasi nasional, guna menekan laju resistensi antimikroba.
Workshop menghadirkan dua narasumber berkompeten di bidangnya, yaitu dr. Aziza Ariyani, SpPK dan dr. Ronald Irwanto Natadidjaja, SpPD, Subsp. PTI(K), FINASIM. Para narasumber menyampaikan materi secara komprehensif dan aplikatif, serta mendorong diskusi aktif antar peserta.
Materi pelatihan meliputi regulasi nasional pengendalian resistensi antimikroba, konsep Antimicrobial Stewardship berbasis akademik (RASPRO), serta pengenalan Panduan Antibiotik RS Otak M. Hatta Bukittinggi yang disusun berdasarkan stratifikasi RASPRO dan pendekatan WHO-AWARE. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai Antimicrobial Use (AMU) dan Antimicrobial Resistance (AMR) sebagai indikator PPRA, praktik terbaik dalam pengambilan spesimen, pembuatan antibiogram yang baik, hingga pelaksanaan self assessment Antimicrobial Stewardship berbasis regulasi nasional dan pemanfaatan sistem digital.
Melalui kegiatan ini, RS Otak M. Hatta Bukittinggi menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional pengendalian resistensi antimikroba serta meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan melalui kolaborasi lintas profesi.