Jumat, 30 Januari 2026 14:25 WIB

RSUP Dr M Djamil Perkuat Pengampuan Penyakit Prioritas dan Bedah Invasif

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
106

Padang - RSUP Dr. M. Djamil semakin mengukuhkan perannya sebagai pusat layanan kesehatan rujukan utama di wilayah Sumatera dengan mempercepat implementasi program pengampuan sembilan penyakit prioritas serta pengembangan layanan endo-laparoskopi. Upaya strategis ini mendapat perhatian dalam kunjungan kerja Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI, dr. Obrin Parulian, M.Kes, pada Kamis (29/1). Dalam forum diskusi yang berlangsung di Auditorium Lantai IV Gedung Administrasi tersebut, RSUP Dr. M. Djamil melaporkan progres signifikan dalam membina jaringan rumah sakit di wilayah Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, hingga Bengkulu.

Plh. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), menjelaskan  saat ini rumah sakit tersebut memikul tanggung jawab besar dalam membina puluhan rumah sakit untuk berbagai layanan spesialis. Secara rinci, RSUP Dr. M. Djamil mengampu 53 rumah sakit untuk layanan kanker, 54 rumah sakit untuk penanganan stroke, serta 44 rumah sakit dalam jejaring uronefrologi. Selain itu, jangkauan pengampuan juga mencakup 33 rumah sakit untuk kesehatan ibu dan anak, 20 rumah sakit untuk jantung, serta puluhan rumah sakit lainnya yang menangani respirasi, infeksi emerging, diabetes melitus, dan gastro hepatologi. "Meskipun jangkauan wilayahnya sangat luas, ada tantangan operasional di lapangan yang memerlukan koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah pusat," ungkapnya.

Turut dihadiri Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo, manajemen dan kepala departemen serta PIC Pengampuan.

Selain fokus pada penyakit prioritas, RSUP Dr. M. Djamil juga dipercaya menjadi pionir dalam program pengampuan endo-laparoskopi nasional. Sebagai bukti nyata, rumah sakit telah meresmikan program fellowship endo-laparoskopi bagi dokter spesialis bedah yang akan memulai angkatan pertamanya pada Maret hingga Juli 2026. Antusiasme terhadap program ini sangat luar biasa, di mana seluruh kuota peserta sudah terisi penuh dan kini tengah menjalani proses administrasi di tingkat kolegium. "Langkah ini selaras dengan target Kementerian Kesehatan agar pada tahun 2028, prosedur bedah minimal invasif dapat dilakukan secara mandiri di 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, sehingga pasien di daerah terpencil tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kota besar," tegasnya.

Menanggapi capaian tersebut, dr. Obrin Parulian memberikan apresiasi terhadap dedikasi manajemen RSUP Dr. M. Djamil dalam memperkuat sistem rujukan nasional. Ia menekankan keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara rumah sakit pengampu dan yang diampu. Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk terus mengawal penyelesaian berbagai kendala, baik dari aspek sarana prasarana maupun penguatan sumber daya manusia. "Melalui integrasi layanan yang lebih baik, diharapkan akses kesehatan berkualitas dapat tersebar merata dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkendala jarak geografis," tegasnya.***