Padang - Kolaborasi antara institusi pendidikan dan pelayanan kesehatan di Sumbar memasuki babak baru. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bersama Direktur Medik dan Keperawatan, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), resmi dilantik sebagai bagian dari jajaran Pengurus Pusat Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas periode 2025-2030.
Pelantikan kepengurusan yang dikomandoi oleh Dr. dr. Yevri Zulfiqar, Sp.B, Sp.U (K), M.Kes ini dilakukan oleh Ketua Umum DPP IKA Unand, Denny Abdi, S.E, M.Si, di Aula Student Center Prof. dr. M. Syaaf, Kampus Jati, Minggu, 1 Februari 2026. Momentum ini turut disaksikan oleh Rektor Unand, Efa Yonnedi, Ph.D, Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Unand dr. Rauza Sukma Rita, Ph.D, Wakil Dekan II Dr. dr. Noza Hilbertina, S.Ked, Sp.P.A, M.Biomed, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Aklima, MPH dan alumni Fakultas Kedokteran Unand yang menegaskan pentingnya peran strategis alumni dalam pembangunan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Dovy Djanas menyebutkan Fakultas Kedokteran Unand telah melahirkan ribuan alumni yang kini mengabdi di berbagai penjuru negeri hingga tingkat internasional. "Alumni tidak hanya berperan sebagai tenaga medis di garda terdepan, tetapi juga sebagai pendidik, peneliti, hingga pemimpin dan pengambil kebijakan yang menentukan arah masa depan kesehatan bangsa," tuturnya.
Dovy menekankan IKA FK Unand memiliki posisi strategis sebagai wadah pemersatu lintas generasi dan lintas disiplin yang mampu menyinergikan potensi besar tersebut. Dalam menjalankan peran ini, ia memandang nilai-nilai profesionalisme, etika, dan integritas harus menjadi landasan utama. "Di tengah tantangan dunia kesehatan yang kian kompleks, mulai dari transformasi sistem pelayanan hingga pesatnya perkembangan teknologi medis, seorang dokter dituntut untuk tidak hanya unggul secara kompetensi teknis, tetapi juga harus kokoh secara moral dan sisi kemanusiaan," ucap Dovy.
Sebagai pimpinan RSUP Dr. M. Djamil yang merupakan rumah sakit pendidikan utama bagi FK Unand, Dovy menegaskan tanggung jawab besar institusinya dalam mendukung proses pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Hubungan antara kedua lembaga ini menurutnya bukan sekadar hubungan institusional formal, melainkan kemitraan strategis yang saling menguatkan demi mencetak sumber daya manusia kesehatan yang unggul.
"Dalam konteks inilah, IKA FK Unand hadir sebagai jembatan penting yang menghubungkan dunia akademik dengan realitas pelayanan dan pengabdian di tengah masyarakat. Tantangan pembangunan kesehatan ke depan diyakini tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antar pemangku kepentingan," ungkapnya.
Ia menekankan keberadaan IKA FK Unand diharapkan mampu menjadi mitra strategis yang konstruktif, inovatif, dan solutif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Sumatera Barat. "Kami optimisme dengan semangat kebersamaan dan kepemimpinan yang visioner, pengurus yang baru dilantik akan membawa organisasi menjadi semakin berdaya dan bermakna bagi bangsa," harap Dovy.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Ketua Umum DPP IKA Unand, Denny Abdi, S.E, M.Si, yang mengucapkan selamat atas terbentuknya kepengurusan baru ini. berharap IKA FK Unand dapat menjadi contoh bagi ikatan alumni fakultas lain dalam memberikan kontribusi nyata bagi almamater.
Sementara itu, Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D, dalam sambutannya menitipkan harapan besar agar kepengurusan di bawah pimpinan Dr. dr. Yevri Zulfiqar mampu menjadi motor penggerak inovasi. Ia menekankan pentingnya menyatukan seluruh potensi alumni demi kejayaan Unand dan kemajuan layanan kesehatan nasional.***