Surakarta – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Kamis, 29 Januari 2026 menyelenggarakan konferensi pers terkait keberhasilan operasi bedah jantung di Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia. Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia (RSKEI) yang terletak di kawasan Solo Technopark mencatat keberhasilan pelaksanaan operasi bedah terbuka sebagai bagian dari rangkaian layanan intervensi jantung terpadu. Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan fasilitas kesehatan hasil hibah Pemerintah Uni Emirat Arab tersebut dalam menangani kasus-kasus kardiovaskular kompleks.
RSKEI telah melaksanakan dua operasi bedah jantung. Pasien pertama, Tn. K.A (33 tahun) asal Bantul, menjalani prosedur Mitral Valve Replacement yang ditangani oleh dr. Raden Haryo Aribowo, Sp.B, Sp.BTKV (K) bersama tim. Operasi dilakukan untuk mengganti katup mitral jantung yang mengalami kerusakan berat. Pasien kedua, Tn. M (41 tahun), menjalani operasi bypass jantung untuk mengatasi penyumbatan total pada pembuluh darah utama jantung (Left Anterior Descending/LAD). Tindakan ini dipimpin oleh dr. Ihsanul Amal, M.Med.Klin., Sp.BTKV. Masing-masing operasi diperkirakan memakan waktu minimal empat jam.
Keberhasilan operasi bedah jantung ini disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS yang berkunjung ke RKEI. Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, H.E. Abdulla Salem Al Dhaheri. Dalam kunjungannya, Menkes Budi menegaskan bahwa rumah sakit ini merupakan aset publik yang harus dirawat dan dapat diakses secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selain operasi jantung ini, RSKEI juga aktif melakukan berbagai tindakan intervensi jantung canggih. Pada hari yang sama, dilakukan tindakan pemasangan Atrial Septal Occluder untuk pasien berusia 26 tahun dari Yogyakarta oleh dr. Dyah Wulan Anggrahini, Ph.D, Sp.JP(K). Sehari sebelumnya, tim rumah sakit juga telah menangani pasien dengan prosedur Coronary Angiography dan PCI POBA, serta tindakan Digital Subtraction Angiography dan Embolisasi. Rangkaian tindakan ablasi untuk gangguan irama jantung juga dilakukan, antara lain oleh dr. Fera Hidayati, Sp.JP(K) dan dr. Erika Maharani, Sp.JP (K).
RS Kardiologi Emirates-Indonesia yang diresmikan Presiden Republik Indonesia pada 19 November 2025 ini telah melayani ratusan pasien. Manajemen rumah sakit melalui Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito selaku rumah sakit pengampu, menegaskan komitmen untuk memberikan pelayanan jantung yang komprehensif dan aman. Pihaknya tengah mengupayakan proses kredensial agar segera dapat melayani pasien BPJS Kesehatan, sebagaimana diinstruksikan Menteri Kesehatan dan didukung Wali Kota Surakarta. Dukungan berkelanjutan dari Pemerintah UEA, termasuk pasokan kebutuhan medis, diharapkan dapat menjaga operasional rumah sakit yang profesional dan berkelanjutan untuk menjadi pusat rujukan jantung inklusif di Jawa Tengah.***