Senin, 09 Februari 2026 10:28 WIB

Sinergi Lawan Resistensi Antimikroba RSUP Dr M Djamil dan BBPOM Padang Teken Komitmen Bersama

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
27

Padang - RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam pengendalian penggunaan obat-obatan di lingkungan rumah sakit. Pada hari ini, Sabtu, 07 Februari 2026, rumah sakit Kementerian Kesehatan tersebut menandatangani komitmen bersama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang. Fokus utama dari kerja sama ini adalah pengawasan terhadap penggunaan antibiotik serta pengendalian resistensi antimikroba (AMR), sekaligus mendorong para tenaga medis dan masyarakat untuk menggunakan antibiotik secara lebih rasional.

Prosesi penandatanganan komitmen bersama ini dilakukanĀ  oleh Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bersama Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri. Momentum ini disaksikanĀ  oleh Kepala Badan POM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D, di sela-sela Workshop AMR Warrior yang berlangsungĀ  di Hotel Rocky Plaza, Padang.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, menegaskan penandatanganan komitmen bersama ini merupakan bentuk nyata dari dedikasi rumah sakit dalam memutus mata rantai resistensi obat yang kian mengancam efektivitas pengobatan modern. "Kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk memastikan bahwa setiap pemberian antibiotik kepada pasien didasarkan pada pertimbangan klinis yang tepat dan pengawasan yang berlapis. Hal ini penting mengingat penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol atau berlebihan justru akan memicu munculnya bakteri super yang kebal terhadap obat-obatan, yang pada akhirnya dapat membahayakan keselamatan pasien di masa depan," tegasnya.

Dovy menjelaskan sebagai pusat rujukan utama di wilayah Sumatera Bagian Tengah, RSUP Dr. M. Djamil memegang tanggung jawab besar untuk menjadi pelopor dalam praktik penggunaan obat yang bijak. "Melalui sinergi dengan BBPOM Padang, pengawasan distribusi dan penggunaan antibiotik akan semakin diperketat melalui sistem yang lebih terintegrasi," ucapnya.

Upaya ini, tuturnya, juga sejalan dengan transformasi kesehatan yang dicanangkan pemerintah, di mana keselamatan pasien dan efisiensi pengobatan menjadi prioritas utama. "Dengan adanya komitmen ini, diharapkan seluruh jajaran tenaga kesehatan di RSUP Dr. M. Djamil memiliki standar yang sama dalam memerangi ancaman global resistensi antimikroba demi menjamin keberhasilan penyembuhan yang optimal bagi masyarakat luas," harap Dirut.***