Jumat, 20 Februari 2026 14:05 WIB

RSUP Dr M Djamil Akselerasi Sertifikasi CPOB Demi Meningkatkan Standar Mutu

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
18

Padang - RSUP Dr. M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional. Langkah ini diwujudkan melalui pemenuhan kriteria Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Sebagai bagian dari proses tersebut, jajaran manajemen mengikuti evaluasi virtual perkembangan sertifikasi CPOB bersama Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, Kamis (19/2).

Dalam pertemuan tersebut, Asisten Manajer Penunjang Diagnostik, Catur Suharinto, ST, M.Kes, M.Kom, memaparkan progres kesiapan rumah sakit, termasuk hasil gap analysis serta rencana tindak lanjut strategis. Evaluasi ini menjadi krusial untuk memetakan aspek teknis dan manajerial yang perlu diakselerasi agar selaras dengan regulasi nasional.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menegaskan bahwa sertifikasi CPOB adalah prioritas utama manajemen untuk menjamin keamanan pasien (patient safety). "Kami telah menetapkan lini masa yang jelas. Target pengajuan sertifikasi dijadwalkan pada November 2026, dengan pemenuhan seluruh persyaratan final diharapkan tuntas pada Desember 2026. Ini adalah bukti keseriusan kami mengejar standar mutu tertinggi dalam pelayanan kefarmasian," tegas Dr. Dovy.

Turut hadir dalam evaluasi tersebut Kepala Instalasi Laboratorium Sentral, dr. Yoshie Anto Chicamy, Sp.PK, beserta jajaran, serta Kepala IPRS, Fera Novita Sari, S.STr.

Pencapaian sertifikasi CPOB diharapkan mampu mendorong kemandirian rumah sakit dalam menyediakan sediaan farmasi yang bermutu, aman, dan berkhasiat. Dengan sistem produksi yang terstandarisasi ketat, RSUP Dr. M. Djamil berkomitmen memberikan jaminan perlindungan maksimal bagi masyarakat.

"Upaya ini merupakan langkah strategis untuk membawa RSUP Dr. M. Djamil menjadi institusi kesehatan yang unggul dan menjadi rujukan utama, baik di wilayah Sumatera maupun di tingkat nasional," pungkasnya.***