Senin, 09 Maret 2026 14:19 WIB

RSUP Dr M Djamil Siap Jadi Lokasi Uji Klinis TENACITY untuk Pasien Stroke

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
16

Padang - RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan penelitian klinis sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan kontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran. Komitmen tersebut terlihat saat rumah sakit Kementerian Kesehatan RI ini menerima kunjungan tim IQVIA bersama sponsor dalam kegiatan Site Selection Visit pada Senin (9/3), sebagai tahap penilaian kesiapan pelaksanaan uji klinis studi TENACITY pada pasien stroke iskemik akut di RSUP Dr. M. Djamil.

Kunjungan ini merupakan bagian penting dari proses penilaian kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan yang akan menjadi lokasi pelaksanaan penelitian klinis internasional. Dalam kegiatan tersebut, tim penilai meninjau berbagai aspek yang berkaitan dengan kesiapan rumah sakit, mulai dari fasilitas pelayanan medis, kesiapan sumber daya manusia, hingga sistem pendukung penelitian yang ada di RSUP Dr. M. Djamil.

“Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSUP Dr. M. Djamil memiliki komitmen kuat untuk terus mengembangkan penelitian klinis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” kata Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Dr. M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes didampingi Ketua CRU dr. Zulda Musyarifah, Sp.PA, Subsp. H.L.E (K), FIAC, IFCAP.

Menurutnya, penelitian klinis tidak hanya menjadi sarana pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga membuka peluang bagi pasien untuk memperoleh akses terhadap inovasi terapi terbaru yang berbasis bukti ilmiah. “Melalui Clinical Research Unit (CRU), RSUP Dr. M. Djamil berupaya memastikan setiap penelitian klinis dapat dilaksanakan secara profesional, terkoordinasi dengan baik, serta sesuai dengan prinsip Good Clinical Practice. CRU menjadi unit yang mengintegrasikan berbagai layanan dan sumber daya di rumah sakit agar penelitian dapat berjalan dengan standar mutu yang tinggi serta tetap mengutamakan keselamatan pasien,” ungkapnya.

Upaya tersebut, kata dr. Maliana, juga telah mendapat pengakuan dari Kementerian Kesehatan. Pada tahun ini, Clinical Research Unit RSUP Dr. M. Djamil memperoleh pengakuan sebagai CRU dengan tingkat kematangan yang sangat baik. Selain itu, unit ini juga berhasil meraih penghargaan sebagai peringkat kedua unit penyelenggara riset klinis terbaik di Indonesia. “Pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan penelitian klinis serta memperluas kolaborasi penelitian baik di tingkat nasional maupun internasional,” ucap dr. Maliana.

dr. Maliana berharap melalui kegiatan Site Selection Visit ini, tim dari IQVIA dan sponsor dapat melihat secara langsung kesiapan RSUP Dr. M. Djamil sebagai lokasi penelitian. Dimana rumah sakit telah menyiapkan fasilitas, tenaga ahli, serta sistem penelitian yang memadai untuk mendukung pelaksanaan studi klinis berskala internasional.

“Kami juga berharap RSUP Dr. M. Djamil dapat dipercaya menjadi salah satu lokasi penelitian dalam studi TENACITY sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan kualitas penatalaksanaan pasien stroke,” harap dr. Maliana.

Sementara itu, Ketua Pengampuan Stroke RSUP Dr. M. Djamil, dr. Dedi Sutia, Sp.N (K), FINA, MARS menjelaskan penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan terapi baru yang berpotensi menjadi bagian dari pembaruan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) untuk penanganan stroke. Obat yang akan diuji dalam penelitian tersebut adalah Tenecteplase, yaitu obat trombolitik generasi baru yang berfungsi untuk menghancurkan gumpalan darah pada pasien stroke iskemik akut. Terapi ini dinilai memiliki potensi efektivitas yang lebih baik dengan efek samping yang relatif lebih rendah berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. “Obat tersebut dikembangkan oleh perusahaan farmasi asal Jerman dan telah menjadi perhatian dalam pengembangan terapi stroke modern,” sebutnya.

dr. Dedi menambahkan apabila terapi ini nantinya ingin diterapkan secara luas dalam pelayanan di RSUP Dr. M. Djamil, maka harus melalui tahapan uji klinis terlebih dahulu guna memastikan keamanan dan efektivitasnya bagi pasien. “Penelitian ini direncanakan berlangsung selama 18 bulan dengan target perekrutan sekitar tiga hingga empat pasien sebagai partisipan penelitian, mengingat obat yang digunakan memiliki nilai yang cukup tinggi serta membutuhkan kriteria seleksi pasien yang ketat,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wina Susana selaku Clinical Monitor dari IQVIA turut memaparkan secara teknis tentang mekanisme pelaksanaan penelitian serta karakteristik obat yang akan digunakan dalam studi tersebut. Pemaparan ini mencakup alur rekrutmen pasien, protokol penelitian, serta berbagai aspek yang harus dipenuhi agar penelitian dapat berjalan sesuai dengan standar internasional.***