Senin, 08 Juni 2026 11:05 WIB

Wujudkan Layanan Kesehatan Holistik RSAB Harapan Kita Gandeng Kemenag Jakbar Hadirkan Pendampingan Spiritual Pasien

Responsive image
Humas - RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta
21

Jakarta - Sebagai wujud komitmen memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh (holistik), Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita resmi menjalin kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jakarta Barat terkait pelayanan kerohanian pegawai dan kunjungan pasien. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini secara seremonial dilangsungkan pada hari Selasa lalu, menandai kolaborasi erat antara institusi medis dan keagamaan.

Kerja sama ini berfokus pada penyediaan layanan bimbingan rohani bagi pegawai di lingkungan RSAB Harapan Kita serta pelayanan kerohanian berupa kunjungan langsung bagi pasien.

Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr. Reni Wigati, Sp.A(K), dalam sambutannya menekankan betapa krusialnya pendampingan non-medis dalam proses tatalaksana perawatan pasien secara menyeluruh. Mengingat status RSAB Harapan Kita sebagai Pusat Rujukan Nasional, pasien yang datang berasal dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia dengan tingkat keparahan medis yang beragam.

"Ketika seorang ibu mengandung atau ketika anak sedang sakit kritis, orang tua sangat butuh dikuatkan. Baru saja menarik napas di dunia, kadang seorang bayi sudah dihadapkan pada situasi yang cukup berat. Di situlah kami sadar bahwa pendampingan dari sisi spiritual pasien sangat dibutuhkan," ungkap dr. Reni Wigati.

Beliau menambahkan bahwa rasa aman, nyaman, dan kepasrahan yang tulus dari pasien maupun keluarga diyakini dapat memberikan efek positif yang berkali-kali lipat terhadap efektivitas tindakan medis yang diberikan oleh rumah sakit.

Melalui PKS ini, Kemenag Kota Jakarta Barat akan memfasilitasi Penyuluh Agama berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah diberi izin resmi oleh rumah sakit. Pelayanan kerohanian ini mencakup bimbingan untuk penganut agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Bentuk pelayanannya meliputi motivasi, konsultasi, ceramah agama, doa, hingga pelayanan kedukaan.

Untuk memastikan kenyamanan dan etika medis tetap terjaga, prosedur pelayanan kerohanian ini diatur dengan ketat. Pasien atau keluarga harus mengisi formulir permintaan terlebih dahulu. Selain itu, sebelum memberikan pelayanan di ruang perawatan, para Penyuluh Agama wajib mendiskusikan kondisi pasien dengan dokter yang merawat dan meminta persetujuan medis.

Di akhir sambutannya, dr. Reni Wigati menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini berjalan manis dan berjangka panjang. Beliau juga memohon doa restu terkait rencana renovasi besar-besaran untuk pembangunan Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional di RSAB Harapan Kita. Pembangunan ini merupakan amanah dari Kementerian Kesehatan agar seluruh masyarakat Indonesia termasuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memiliki akses terhadap layanan kesehatan ibu dan anak paling canggih tanpa harus berobat ke luar negeri. ***