Kamis, 30 Juli 2026 17:23 WIB

Perkuat Layanan Neurointervensi RSPON Bekali Perawat Rumah Sakit Melalui Pelatihan Neurointervensi Angkatan III

Responsive image
AN - RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr.dr.Mahar Mardjono Jakarta
23

Jakarta - ย Peningkatan kualitas pelayanan neurointervensi tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga kompetensi tenaga kesehatan yang terlibat di dalamnya. Untuk mendukung hal tersebut, RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta menggelar Pelatihan Keperawatan Neurointervensi bagi Perawat di Rumah Sakit Angkatan III yang berlangsung pada 27 Juli hingga 24 Agustus 2026.

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya menyiapkan perawat yang memiliki kompetensi dalam memberikan pelayanan keperawatan neurointervensi secara komprehensif di ruang catheterization laboratory (cathlab). Dengan meningkatnya kebutuhan layanan neurointervensi di berbagai daerah, kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menjamin keselamatan pasien dan mutu pelayanan.

Selama satu bulan, peserta akan mempelajari berbagai aspek pelayanan keperawatan neurointervensi, mulai dari asuhan keperawatan pasien dengan subarachnoid hemorrhage, persiapan pasien sebelum tindakan, penggunaan alat kesehatan di ruang cathlab, hingga pendampingan selama prosedur neurointervensi. Materi juga mencakup tatalaksana hemostasis, pemantauan hemodinamik, pemberian farmakoterapi, pencatatan dan pelaporan, serta asuhan keperawatan setelah tindakan neurointervensi.

Pelatihan diikuti oleh perawat yang telah memenuhi persyaratan, antara lain berpendidikan minimal Diploma III Keperawatan, memiliki Surat Tanda Registrasi (STR), telah mengikuti pelatihan Basic Nursing Life Support (BNLS), serta diutamakan memiliki pengalaman bekerja di ruang cathlab atau akan ditugaskan menangani pasien neurointervensi di rumah sakit asal.

Sebanyak 15 peserta dari berbagai rumah sakit di Indonesia turut ambil bagian dalam pelatihan ini. Mereka berasal dari Siloam Hospital Bali, Sentra Medika Hospital Cisalak, RS Awal Bros Panam, RSUD Bangil, RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal, RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara, RSUP Nusantara IKN, RSUD Kota Mataram, RSUD Dr. Rubini Mempawah, RSUD Abdul Wahab Sjahranie, RSUD Drs. H. Amri Tambunan, dan RSUD Karsa Husada Batu.

Melalui pelatihan ini, RSPON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta menggelar terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan nasional bidang otak dan persarafan dalam mengembangkan kapasitas tenaga kesehatan di Indonesia. Diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh di tempat tugas masing-masing sehingga pelayanan neurointervensi dapat semakin merata, berkualitas, dan memberikan dampak nyata bagi keselamatan pasien. ***