Kamis, 30 Juli 2026 17:54 WIB

RSAB Harapan Kita dan RSHS Bandung Berkolaborasi Wujudkan Indonesia Bebas Thalasemia Melalui Skrining Genetik Berbasis NGS

Responsive image
Humas - RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta
23

Bandung - Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita sebagai Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional bersama RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka penelitian pemeriksaan pembawa sifat thalasemia (Thalassemia Carrier Test). Acara bakti sosial yang mengusung penggunaan metode genotyping berbasis Next Generation Sequencing (NGS) ini digelar pada 26 Juli 2026 di Trans Studio Bandung.

Kegiatan ini dibuka dengan penyampaian Laporan Kegiatan, disusul oleh sambutan dari Direktur Utama RSHS Bandung dan Direktur Utama RSAB Harapan Kita, yang menegaskan komitmen kedua institusi dalam menekan angka prevalensi thalasemia melalui inovasi medis.

Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat. Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, S.E., yang hadir memberikan sambutan, menekankan bahwa thalasemia bukan sekadar masalah medis. "Thalasemia bukan hanya isu medis, tetapi juga isu kemanusiaan," tegas Erwan. Ia menyoroti tingginya prevalensi pembawa sifat di Indonesia, yakni sekitar 3 sampai 10% dari populasi, dengan 40% di antaranya berada di Jawa Barat.

"Angka ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa upaya pencegahan, skrining, edukasi, dan pendampingan harus terus diperkuat," tambahnya. Menurut Erwan, edukasi keluarga dan skrining dini adalah kunci agar generasi mendatang mendapatkan perlindungan yang lebih baik dan beban penyakit di masa depan dapat dicegah. Kepada para keluarga penyandang, ia menyampaikan pesan moral yang kuat: "Jangan pernah merasa sendirian. Pemerintah, tenaga kesehatan, peneliti, dan masyarakat terus berjalan bersama untuk menghadirkan harapan-harapan baru. Anak-anak kita, saudara-saudara kita, dan keluarga kita yang hidup dengan thalasemia berhak mendapatkan kehidupan yang lebih nyaman, lebih bermartabat, dan lebih berkualitas."

Sejalan dengan semangat tersebut, Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr. Reni Wigati, Sp.A(K), Subsp.E.T.I.A (K), juga menyampaikan pesan antusiasmenya atas inisiatif skrining genetik massal ini. "Sangat senang hari ini bisa berkumpul dengan teman-teman semua. Kita bisa mengadakan bakti sosial untuk memeriksakan skrining genetik pasien dan keluarga pasien dengan thalasemia," ungkap dr. Reni.

Beliau juga mengingatkan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana edukasi dan deteksi dini. "Hal ini sangat penting sekali untuk meningkatkan kewaspadaan bahwa thalasemia adalah satu penyakit bawaan yang sebenarnya bisa kita hindari," jelasnya. Menutup pesannya, dr. Reni menyampaikan harapan besar dari RSAB Harapan Kita. "Kami berharap kegiatan ini bisa membuat pasien-pasien kami lebih semangat, keluarganya juga lebih semangat, dan bisa menjadi salah satu langkah menuju Indonesia Bebas Thalasemia."

Selain agenda utama skrining, kegiatan ini diisi dengan rangkaian edukasi komprehensif bagi peserta. Sesi edukasi mencakup pemahaman tentang Skrining Pembawa Sifat dan Penelitian NGS, Tata Laksana Thalasemia dan Optimalisasi Quality of Life, hingga Kepatuhan Terapi Kelasi Besi.

Agar suasana tetap menyenangkan dan penuh semangat bagi pasien anak dan keluarga, RSAB Harapan Kita dan RSHS Bandung juga menghadirkan sesi edukasi interaktif, permainan, layanan konsultasi langsung, serta pembagian suvenir dan doorprize di penghujung acara. ***