Senin, 30 Maret 2026 11:00 WIB

Dalam Rangka Hari Tuberkulosis Sedunia RSUP Dr M Djamil Ajak Pasien Pahami Pentingnya Kepatuhan Terapi TB

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
24

Padang - RSUP Dr. M. Djamil melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan bekerja sama dengan Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. M. Djamil memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia dengan menggelar kegiatan edukasi kesehatan di Poliklinik Paru Lantai II Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat, 27 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan, pengobatan, serta pengendalian TB, yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia.***

Dalam kesempatan tersebut, dokter spesialis paru dr. Dewi Wahyu Fitrina, Sp.P(K) hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi tentang mitos serta fakta seputar tuberkulosis. “TB merupakan penyakit infeksi yang dapat disembuhkan sepenuhnya apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur sesuai standar yang telah ditetapkan,” kata dr. Dewi.

Pengobatan TB, sebutnya, memerlukan durasi minimal enam bulan, sesuai dengan program nasional penanggulangan TB. “Kepatuhan pasien dalam menjalani regimen terapi menjadi kunci penting keberhasilan, sehingga edukasi yang benar dan mudah dipahami sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” tegasnya.

Edukasi kesehatan ini semakin menarik dengan adanya sesi tanya jawab antara pasien dan dokter. Pasien memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung mengenai gejala, cara penularan, hingga langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, menunjukkan bahwa informasi mengenai TB masih sangat dibutuhkan masyarakat. Untuk menambah semangat peserta, panitia juga menyediakan doorprize yang dibagikan kepada pasien yang aktif dalam sesi diskusi.

Menanggapi tingginya beban kasus TB di Indonesia, dr. Dewi Wahyu Fitrina, Sp.P(K) menyampaikan salah satu tantangan terbesar saat ini adalah masih adanya stigma yang melekat di masyarakat. “Banyak pasien yang datang sudah dalam kondisi berat karena takut dianggap membawa penyakit berbahaya. Padahal, semakin cepat TB terdeteksi, semakin cepat pula pengobatan bisa dimulai dan peluang sembuh menjadi jauh lebih tinggi,” ujarnya.

dr. Dewi juga menekankan pentingnya dukungan keluarga selama proses pengobatan berlangsung. Pasien TB sering mengalami kelelahan dan kejenuhan karena terapi yang panjang, sehingga motivasi dari lingkungan terdekat sangat berpengaruh. “Kadang pasien merasa bosan atau ingin berhenti minum obat karena sudah merasa lebih baik. Di sinilah peran keluarga dibutuhkan untuk memastikan obat tetap diminum sesuai jadwal. Konsistensi adalah kunci,” jelasnya.

Ia menambahkan RSUP Dr. M. Djamil siap menjadi pusat rujukan edukasi dan konsultasi TB, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan lebih intensif. “Kami selalu terbuka untuk memberikan edukasi dan pemeriksaan bagi siapa pun yang memiliki gejala TB. Jangan menunggu parah, karena TB bisa disembuhkan dan kita semua berperan untuk menghentikan rantai penularannya,” pungkasnya. (*)