Jumat, 10 April 2026 11:33 WIB

RSUP Dr M Djamil Gelar Edukasi Kesehatan tentang Kanker Mulut Rahim

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
11

Padang - RSUP Dr. M. Djamil melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan kembali melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bagi pengunjung rumah sakit pada Jumat, 10 April 2026. Edukasi kali ini mengangkat tema kanker mulut rahim dan menghadirkan narasumber dr. Ferry Iskandar Kharisma Sinaga, Sp.OG, Subsp.Onk, yang memberikan penyuluhan langsung di Poliklinik Kebidanan dan Kandungan lantai II Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.

Dalam pemaparannya, dr. Ferry menjelaskan secara rinci tentang kanker mulut rahim serta faktor-faktor yang menjadi penyebabnya. “Kanker mulut rahim adalah salah satu kanker yang penyebabnya jelas dan sebenarnya sangat bisa dicegah. Kuncinya ada pada pengetahuan dan kemauan untuk melakukan pencegahan sejak usia muda,” kata dr. Ferry.

dr. Ferry menekankan kebiasaan hidup sehat juga berperan penting dalam mencegah perkembangan kanker mulut rahim. “Selain vaksinasi dan skrining, gaya hidup pun sangat berpengaruh. Hindari merokok, jaga pola makan, dan tetap aktif bergerak. Semua itu turut melindungi tubuh dari risiko kanker,” katanya.

Ia juga mengingatkan banyak kasus kanker mulut rahim ditemukan dalam kondisi sudah lanjut karena kurangnya kesadaran melakukan pemeriksaan berkala. “Sering kali pasien datang ketika sudah stadium dua atau tiga. Padahal, jika ditemukan pada tahap awal, penanganannya jauh lebih sederhana dan tingkat keberhasilan pengobatannya sangat tinggi,” tegasnya.

Dalam sesi edukasi tersebut, dr. Ferry memastikan layanan pencegahan dan deteksi dini telah tersedia di RSUP Dr. M. Djamil. “Di rumah sakit ini, semua metode skrining tersedia, mulai dari IVA Test, Pap smear, hingga HPV DNA Test. Jadi tidak ada alasan untuk menunda pemeriksaan. Semakin cepat ditemukan, semakin baik hasilnya,” ungkapnya.

Ia kemudian memaparkan tiga pendekatan pencegahan kanker mulut rahim, yaitu pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Pada pencegahan primer, vaksinasi HPV merupakan langkah utama. “Saat ini tersedia vaksin bivalen untuk tipe 16 dan 18, quadrivalen untuk tipe 16, 18, 6 dan 11, serta vaksin nanovalen yang mencakup tipe 16, 18, 6, 11, 31, 33, 45, 52, dan 58. Vaksin paling ideal diberikan pada usia 9–14 tahun sebanyak dua dosis, dan pada usia 15 tahun ke atas dapat diberikan satu atau dua dosis,” jelasnya.

Pencegahan sekunder dilakukan melalui skrining berkala. “Skrining dianjurkan mulai usia 30 tahun, atau usia 25 tahun pada perempuan dengan HIV. Pemeriksaan dilakukan sampai usia 65 tahun, dan dapat dihentikan apabila dua kali co-testing hasilnya negatif,” ungkapnya.

Sementara itu, pencegahan tersier mencakup penanganan lesi pra-kanker maupun kanker yang sudah terdeteksi. Penanganan dapat berupa krioterapi, thermal ablasi, penggunaan asam trikloroasetat (TCA) 85 persen, hingga pembedahan, tergantung stadium penyakit. “Penanganan dilakukan berdasarkan tingkat keparahan, mulai dari stadium 1 hingga stadium 4,” jelasnya.

dr. Ferry kembali mengingatkan edukasi kesehatan memiliki peran besar dalam menurunkan kasus kanker pada perempuan. “Mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati. Kita punya banyak cara untuk melindungi diri dari kanker mulut rahim yang dibutuhkan hanya kesadaran dan tindakan,” tukas dr. Ferry. ***