Minggu, 12 April 2026 01:51 WIB

RSUP Dr M Djamil Perkuat Pengembangan Layanan Vaskular dan Endovaskular

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
9

Padang - RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan layanan kesehatan unggulan, khususnya di bidang vaskular dan endovaskular. Komitmen tersebut ditegaskan dalam gelaran 1st Andalas Vascular Summit dengan menghadirkan berbagai pakar nasional dan internasional yang berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya menyampaikan rumah sakit yang dipimpinnya akan terus berkomitmen untuk mengembangkan layanan vaskular yang unggul dan berstandar tinggi. Selain itu, juga fokus memperkuat kompetensi sumber daya manusia serta membangun jejaring kolaborasi dengan berbagai pusat layanan kesehatan dan organisasi profesi, termasuk Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular Indonesia (PESBEVI).

“Kolaborasi menjadi elemen yang sangat penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. Sekaligus akan mempercepat peningkatan kualitas layanan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap penanganan vaskular yang modern dan komprehensif,” ucapnya.

Dr. Dovy Djanas menyampaikan penguatan layanan vaskular tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga pada sistem pelayanan yang terintegrasi. “Keberhasilan layanan medis sangat ditentukan oleh koordinasi yang baik antarunit, mulai dari diagnosis, tindakan, hingga rehabilitasi pasien,” sebut Dirut.

Ia juga menekankan pentingnya investasi berkelanjutan dalam pengembangan sumber daya manusia. Tenaga kesehatan harus terus diberikan akses terhadap pelatihan, pendidikan lanjutan, serta forum ilmiah agar mampu mengikuti perkembangan ilmu kedokteran yang begitu dinamis. ”Selain itu, rumah sakit harus mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks. Hal ini mencakup peningkatan kualitas pelayanan, efisiensi sistem, serta pendekatan yang lebih berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan pasien,” ungkapnya.

Perkembangan teknik endovascular, sebutnya, telah membawa perubahan signifikan dalam praktik kedokteran modern. Pendekatan yang lebih minimal invasif tidak hanya meningkatkan keberhasilan klinis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pasien, terutama dalam hal waktu pemulihan yang lebih cepat serta peningkatan kualitas hidup pasca tindakan medis.

Meski demikian, kemajuan teknologi harus selalu diiringi dengan peningkatan kompetensi tenaga medis, penguatan standar pelayanan, serta komitmen terhadap keselamatan pasien. “Teknologi hanyalah alat, sementara kualitas pelayanan tetap sangat ditentukan oleh integritas dan profesionalisme tenaga kesehatan,” tegas Dirut.

Kegiatan ilmiah ini turut dihadiri oleh Ketua Umum PESBEVI periode 2025–2028, Dr. dr. Patrianef, Sp.B, Subsp.BVE(K), jajaran pengurus PESBEVI Padang, serta Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd. Forum ini juga menghadirkan pembicara internasional, yakni Dr. Sriram Narayanan, IBBS, MS, FRCS, seorang Senior Consultant Vascular & Endovascular Surgeon asal Singapura, yang berbagi pengalaman dan perkembangan terbaru di bidang vaskular dan endovaskular.

Kehadiran para narasumber serta peserta dari berbagai daerah menjadikan kegiatan ini sebagai wadah strategis untuk bertukar ilmu, memperkuat jejaring profesional, serta mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan vaskular di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd menyampaikan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan layanan vaskular melalui pendidikan dan penelitian. Sinergi ini menjadi kunci dalam mencetak tenaga medis yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi kurikulum pendidikan kedokteran dengan perkembangan teknologi medis terkini, termasuk teknik endovaskular. “Dengan demikian, lulusan kedokteran tidak hanya memiliki pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan modern,” ucapnya.

Selain itu, menurutnya, kegiatan ilmiah seperti ini menjadi wadah penting dalam memperluas wawasan akademik dan klinis bagi mahasiswa maupun tenaga medis. “Forum tersebut membuka ruang diskusi, pertukaran pengalaman, serta penguatan jejaring profesional di tingkat nasional dan internasional,” harap Dr. dr. Sukri. ***