Senin, 13 April 2026 16:44 WIB

Workshop Manajemen Nyeri Untuk Naker RSO Soeharso Surakarta Tahun 2026

Responsive image
Humas - RS Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta
8

Surakarta – Dalam upaya terus meningkatkan standar pelayanan kesehatan dan kenyamanan pasien, RSO Soeharso Surakarta menyelenggarakan Workshop Manajemen Nyeri bagi tenaga kesehatan (nakes) di lingkungan rumah sakit. Kegiatan yang berlangsung pada hari, Senin, 13 April 2026 di Ruang Auditorium Lantai 3 Gedung Perkantoran dan diikuti oleh jajaran perawat, dokter spesialis, hingga tenaga penunjang medis.

Nyeri merupakan keluhan utama pada pasien ortopedi akibat trauma, kelainan muskuloskeletal, tindakan pembedahan, maupun rehabilitasi, yang jika tidak ditangani optimal dapat menurunkan fungsi, memperlambat penyembuhan, memperpanjang rawat inap, serta menurunkan kualitas hidup dan kepuasan pasien, ungkap Ners. Ahmad Rizai, S.Kep, MARS Direktur Layanan Operasional dalam sambutannya. Pasien ortopedi memiliki tantangan nyeri yang spesifik, baik pra-maupun pasca-operasi.

Di tahun 2026 ini, kita mengintegrasikan teknologi pemantauan nyeri real-time dengan pendekatan psikologis untuk memastikan pemulihan pasien yang lebih cepat dan manusiawi, jelas beliau. Sehingga manajemen nyeri yang efektif menjadi bagian penting dari pelayanan kesehatan yang bermutu, dengan pendekatan komprehensif dan multidisiplin yang melibatkan berbagai tenaga kesehatan, mencakup terapi farmakologis, nonfarmakologis, serta edukasi pasien dan keluarga. Namun, keterbatasan pemahaman, keterampilan pengkajian, pemilihan intervensi, evaluasi berkelanjutan, serta komunikasi yang kurang efektif masih menjadi kendala dalam penanganan nyeri.

Sebagai narasumber workshop manajemen nyeri Adalah dr. Sigit Prasetya Utama, Sp.An., Dhiani Budiati, S.Kep., Ners., M.Kes., Erwi Rochma Pangastuti, S.Kep. Ners.dan Wisardoyo, S.Kep, Ners.