Jakarta โ Sebagai upaya melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan sebagai kelompok yang beresiko terhadap penularan campak, diselenggarakan Kick-Off Imunisasi MR bagi Tenaga Medis, Tenaga Kesehatan, dan Dokter Internship oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Jumโat 10 April 2026.
Kegiatan ini dibuka oleh sambutan dari Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (dr. Andi Saguni, MA) melalui Press Conference Zoom Meeting dan dilaksanakan oleh 6 (enam) perwakilan Rumah Sakit Kemenkes dan Rumah Sakit Umum Daerah. Meliputi Rumah Sakit Adam Malik, Medan, Rumah Sakit M Hoesin, Palembang, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso Jakarta, Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung, Rumah Sakit Kemenkes Center Point of Indonesia, Makassar.
Dalam Kick-Off Imunisasi MR ini, Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S., MARS) menyambut baik upaya pemberian imunisasi campak bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan serta internship meliputi para dokter yang sedang menjalani program pendidikan spesialis (ppds) sebagai upaya perlindungan terhadap campak dan mempercepat penanggulangan campak di masyarakat.
dr. Reza Aditya Arpandy, Sp.N, Subsp. NIOO(K) sebagai salah satu penerima vaksin di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta menyampaikan bahwa penerimaan vaksin yang dilakukan hari ini memberikan rasa aman terlindungi bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, dan internship sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal pada masyarakat khususnya di lingkungan rumah sakit.
Sebagai penutup acara, dr. Adi Saguni, MA menyampaikan apresiasi kepada 6 rumah sakit perwakilan yang telah menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan Imunisasi MR yang diikuti oleh tenaga medis, tenaga kesehatan, dan internship. Beliau juga menyampaikan harapan bahwa pemberian Imunisasi MR yang akan berjalan kedepannya di 14 provinsiย dengan kasus campak tertinggi di Indonesia dapat melindungi tenaga medis, tenaga kesehatan, dan internship dari penyakit campak, sekaligus dapat membantu penanggulangan penyakit campak di Indonesia. ***