Rabu, 06 Mei 2026 16:12 WIB

RSUP Dr M Djamil Buka Peluang Kolaborasi Strategis dengan Bank Jaringan Garuda Nusantara

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
29

Padang - RSUP Dr. M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi layanan kesehatan berbasis teknologi dan kemandirian bangsa. Pada Rabu (6/5), rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut menerima kunjungan dari Bank Jaringan Garuda Nusantara member of PT Kranium Mukti Utama yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional. Kunjungan tersebut dalam rangka penjajakan kerja sama strategis di bidang layanan penyimpanan kranium, amnion, dan allograft. Sekaligus bagian dari upaya memperkuat sinergi antarinstansi dalam pengembangan layanan berbasis biomaterial dan rekayasa jaringan yang semakin dibutuhkan dalam dunia kedokteran modern.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan pengembangan layanan bank jaringan menjadi salah satu fokus strategis rumah sakit dalam mendukung pelayanan kesehatan yang lebih maju dan mandiri. RSUP Dr. M. Djamil terus bertransformasi menghadirkan layanan unggulan yang tidak hanya menjawab kebutuhan pelayanan saat ini, tetapi juga menyiapkan fondasi layanan kesehatan masa depan.

“Salah satu kebanggaan kami adalah telah hadirnya Instalasi Bank Jaringan dan Stem Cell yang saat ini telah aktif memproduksi berbagai bahan biologis berkualitas tinggi untuk kebutuhan transplantasi maupun perbaikan jaringan,” kata Dirut di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. M. Djamil.

Turut hadir jajaran direksi dan manajemen RSUP Dr. M. Djamil, Direktur PT Kranium Mukti Utama Ery Prasetyo, SE, MM, Advisor Dr. dr. Chairul Radjab Nasution, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACP, M.Kes, Komisaris PT Kranium Mukti Utama Indriyarto Purnomo dan Head of Laboratory PT Kranium Mukti Utama Ir. Basril Abbas.

Ia menjelaskan, instalasi tersebut telah menghasilkan sejumlah produk unggulan, di antaranya Amnion Membrane atau selaput amnion, Bone Allograft atau jaringan tulang, serta Platelet Rich Plasma (PRP) yang diproses dengan teknologi sterilisasi partikel elektron. Seluruh proses produksi dilakukan melalui laboratorium yang telah terstandar dan saat ini sedang dalam proses pengurusan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Menurut dr. Dovy, penguatan layanan bank jaringan juga menjadi bagian dari visi besar rumah sakit dalam membangun ekosistem pelayanan kesehatan berbasis riset, inovasi, dan hilirisasi produk kesehatan dalam negeri. Kolaborasi dengan berbagai mitra strategis dinilai menjadi langkah penting agar hasil riset dan inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Ke depan kami ingin bank jaringan di RSUP Dr. M. Djamil bukan hanya menjadi fasilitas produksi, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian, dan layanan klinis yang terintegrasi. Dengan kolaborasi seperti ini, kami optimistis dapat menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi keselamatan pasien sekaligus memperkuat kemandirian layanan kesehatan nasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberadaan salah satu bank jaringan di Indonesia ini menjadi modal besar bagi RSUP Dr. M. Djamil untuk terus mengambil peran dalam pengembangan biomaterial medis yang berstandar tinggi, sekaligus membuka peluang kerja sama nasional maupun internasional di masa mendatang.

“Kerja sama yang nantinya terbangun bersama Bank Jaringan Garuda Nusantara kami harapkan tidak hanya menghasilkan nilai tambah secara pelayanan, tetapi juga nilai strategis bagi bangsa. Ketika kebutuhan biomaterial medis dapat dipenuhi dari dalam negeri, maka di situlah wujud nyata kemandirian bangsa dalam bidang kesehatan,” kata dr. Dovy.

Advisor PT Kranium Mukti Utama, Dr. dr. Chairul Radjab Nasution, Sp.PD, KGEH, FINASIM, FACP, M.Kes, memaparkan konsep kolaborasi strategis terkait pengembangan layanan penyimpanan kranium, amnion, dan allograft yang dapat dikembangkan bersama RSUP Dr. M. Djamil. “Kolaborasi dengan RSUP Dr. M. Djamil memiliki potensi yang sangat besar. Rumah sakit ini sudah memiliki infrastruktur, SDM, dan pengalaman dalam pengelolaan bank jaringan. Jika sinergi ini terbangun dengan baik, layanan penyimpanan tulang kranium, amnion, dan allograft tidak hanya memberi manfaat klinis bagi pasien, tetapi juga dapat menjadi model pengembangan layanan biomaterial yang berdaya saing nasional,” ungkap dr. Chairul.

Ia menambahkan kesiapan fasilitas dan semangat inovasi yang dimiliki RSUP Dr. M. Djamil menjadi fondasi kuat untuk menghadirkan pusat layanan bank jaringan yang mampu menjawab kebutuhan medis masa depan. “Yang kami lihat di sini bukan hanya kesiapan teknologi, tetapi juga komitmen besar untuk membangun ekosistem layanan yang berkelanjutan. Ini menjadi modal yang sangat kuat untuk berkembang menjadi salah satu pusat bank jaringan nasional,” tambahnya.

Ditambahkan Direktur PT Kranium Mukti Utama, Ery Prasetyo, SE, MM, yang menyampaikan penjajakan kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam membangun sistem layanan penyimpanan jaringan biologis yang terintegrasi, modern, dan sesuai standar internasional. Indonesia memiliki potensi besar untuk mandiri dalam pengelolaan biomaterial medis, termasuk penyimpanan tulang kranium, namun hal tersebut membutuhkan kolaborasi kuat antara rumah sakit, industri, dan lembaga riset.

“Kami melihat RSUP Dr. M. Djamil memiliki kapasitas, pengalaman, dan komitmen yang sangat kuat dalam pengembangan bank jaringan. Ini menjadi alasan penting bagi kami untuk membangun komunikasi dan kolaborasi strategis. Kami percaya, sinergi ini dapat melahirkan layanan yang bukan hanya menjawab kebutuhan klinis, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, inovasi, dan kemandirian nasional,” ujar Ery.

Ia juga menegaskan PT Kranium Mukti Utama melalui Bank Jaringan Garuda Nusantara berkomitmen menghadirkan teknologi dan sistem pengelolaan penyimpanan jaringan yang aman, terdokumentasi, serta memiliki keberlanjutan jangka panjang.

“Harapan kami, kolaborasi ini tidak berhenti pada tahap penjajakan, tetapi dapat berkembang menjadi implementasi nyata yang memberi manfaat luas bagi pasien, tenaga kesehatan, dunia riset, dan masa depan industri kesehatan Indonesia. Apa yang dibangun hari ini bisa menjadi fondasi besar bagi layanan biomaterial nasional di masa mendatang,” tukasnya. ***