Rabu, 20 Mei 2026 16:30 WIB

RSUP Dr Kariadi Perkuat Jejaring Pengampuan Kanker Regional Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah

Responsive image
Humas - RSUP dr. Kariadi Semarang
34

Semarang - RSUP Dr. Kariadi menyelenggarakan Pertemuan Regional Kanker Wilayah Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah pada 18–20 Mei 2026 di Semarang sebagai langkah strategis dalam memperkuat jejaring pengampuan layanan kanker di tingkat regional. Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi antar rumah sakit jejaring guna meningkatkan kualitas pelayanan kanker yang terintegrasi dan merata di berbagai daerah.

Pertemuan tersebut diikuti oleh 53 rumah sakit jejaring yang terdiri atas 38 rumah sakit dari Jawa Tengah dan 15 rumah sakit dari Kalimantan Tengah. Kehadiran puluhan rumah sakit ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat sistem layanan kanker yang efektif, terstandar, dan mudah diakses masyarakat.

Kegiatan ini turut menghadirkan perwakilan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, BPJS Kesehatan, dinas kesehatan provinsi, rumah sakit pengampu nasional, serta rumah sakit jejaring regional. Berbagai pihak tersebut berdiskusi mengenai penguatan koordinasi layanan, peningkatan mutu pelayanan kanker, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, hingga optimalisasi sistem rujukan pasien kanker di daerah.

Dalam forum tersebut, para peserta juga membahas tantangan pelayanan kanker di wilayah regional, termasuk pemerataan fasilitas, percepatan diagnosis, kesinambungan terapi, serta penguatan kolaborasi antar rumah sakit agar pasien dapat memperoleh pelayanan yang lebih cepat dan tepat tanpa harus dirujuk jauh ke pusat layanan nasional.

Sebagai rumah sakit pengampu regional, RSUP Dr. Kariadi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi layanan kesehatan nasional, khususnya dalam penanganan kanker. Melalui penguatan jejaring ini, diharapkan layanan kanker dapat tersebar lebih merata dengan standar pelayanan yang sama di seluruh wilayah Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah.

Dengan terbangunnya sinergi antar fasilitas kesehatan, masyarakat diharapkan memperoleh akses pelayanan kanker yang lebih mudah, berkualitas, cepat, dan berkesinambungan, sehingga mampu meningkatkan angka keberhasilan penanganan kanker serta kualitas hidup pasien di daerah. ***