Rabu, 20 Mei 2026 16:50 WIB

Dirjen Keslan Tinjau Progres Pembangunan Genebank di RS Marzoeki Mahdi

Responsive image
R - RS Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor
35

Bogor – Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, Azhar Jaya, meninjau progres pembangunan genebank yang berlokasi di lingkungan RS Marzoeki Mahdi, Bogor, pada Senin, 18 Mei 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Azhar didampingi Direktur Utama RS Marzoeki Mahdi, Nova Riyanti Yusuf, serta Kepala BB Binomika, Indri Rooslamiati.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan fasilitas genebank yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan teknologi kedokteran presisi di Indonesia.

Dalam keterangannya, Azhar menyampaikan bahwa progres pembangunan pondasi gedung telah hampir seluruhnya selesai. Ia berharap proses pembangunan dapat terus berjalan sesuai target sehingga tahap topping off dapat dilakukan pada pertengahan Juli mendatang.

“Hari ini saya ada di lokasi tempat nanti akan berdirinya genebank Indonesia. Kita lihat tanah pondasinya hampir seluruhnya selesai. Mudah-mudahan paling lama pertengahan Juli bisa topping off,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran genebank Indonesia di masa depan akan menjadi lompatan besar bagi bangsa Indonesia dalam pengembangan teknologi pengobatan dan kedokteran presisi berbasis genetik.

“Gedung ini ketika berfungsi akan menjadi lompatan terbesar bangsa kita untuk meraih teknologi pengobatan atau kedokteran presisi di masa depan, yaitu pemanfaatan gen untuk masyarakat Indonesia dan pengembangan ilmu pengetahuan lebih lanjut,” katanya.

Azhar juga berharap pembangunan gedung dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi pengembangan layanan kesehatan nasional.

“Doakan saja semoga ini bisa selesai dengan baik, berfungsi dengan baik, dan dibangun dengan baik oleh PT Brantas Abipraya sebagai salah satu BUMN kita,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kawasan RS Marzoeki Mahdi ke depan akan mengalami transformasi besar, termasuk pengembangan menjadi rumah sakit umum sekaligus rumah sakit pendidikan Fakultas Kedokteran IPB yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan.

“Nanti ke depan di tanah RS Marzoeki Mahdi ini akan bertransformasi menjadi rumah sakit umum dan menjadi rumah sakit pendidikan Fakultas Kedokteran IPB. Kita akan bangun besar-besaran. Mudah-mudahan dalam dua tahun ke depan, di sini akan berdiri rumah sakit pendidikan Fakultas Kedokteran IPB bekerja sama dengan Kemenkes,” jelasnya.

Pembangunan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan riset genomik dan implementasi kedokteran presisi di Indonesia, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan berbasis teknologi genomik di masa depan. ***