Prambanan -Β Bencana Gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 berkekuatan 5,9 SR terjadi jam 05.35 Wib selama 57 detik, menewaskan 5.700 orang dengan jumlah terdampak sebanyak 200 ribu orang dan kerugian sebesar 19 trilyun. Gempa tektonik ini terjadi karena adanya pergeseran Sesar Opak yang merupakan sesar aktif di Jogja.
Kementerian Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan, tergugah untuk membangun kembali memori kolektif masyarakat terhadap risiko bencana, memperkuat kesiapsiagaan nasional, serta memperkuat sinergitas dan kolaborasi multipihak dalam penanggulangan bencana, melaksanakan Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan pada Peringatan 20 tahun Gempa DIY dan Jawa Tengah.
Ada tiga tahap dalam penanggulangan bencana, tahap melibatkan banyak orang, melibatkan orang-orang ahli, dan memberdayakan penyintas. Apel melibatkan orang-orang ahli dari 6 klaster, yakni klaster; pencarian dan pertolongan, pengungsian dan perlidungan, logistik, kesehatan, pendidikan, dan pemulihan.
Pada klaster kesehatan, RS Sardjito bersama Pusat Krisis Kesehatan menggelar RS Lapangan beserta ambulan dan tenaga ahlinya baik tenaga kesehatan maupun non kesehatan, untuk memberikan layanan medis darurat, triase, pengendalian penyakit menular, serta dukungan kesehatan mental. ***