Jumat, 17 Juli 2026 23:57 WIB

Komitmen Hadirkan Layanan Aman dan Berkualitas RSAB Harapan Kita Perkuat Pemahaman Standar Internasional

Responsive image
Humas - RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta
7

Jakarta – Demi memastikan setiap pasien dan keluarga mendapatkan layanan kesehatan yang paling aman dan berkualitas, Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita terus menyelaraskan standar pelayanannya secara berkelanjutan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui In House Training Workshop Penyegaran Pemahaman Standar Akreditasi Rumah Sakit yang diselenggarakan pada Selasa hingga Rabu, 14-15 Juli 2026, di Gedung Administrasi RSAB Harapan Kita.

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis RSAB Harapan Kita dalam mempersiapkan survei Akreditasi Nasional yang rencananya akan berlangsung pada bulan November mendatang. Meskipun demikian, kegiatan yang melibatkan berbagai narasumber pakar tingkat nasional ini bukan ditujukan untuk sekadar memenuhi syarat birokrasi, melainkan untuk memperkuat budaya keselamatan pasien di setiap lini pelayanan rumah sakit.

Ketua Komite Mutu RSAB Harapan Kita, dr. Muhamad Ilhamy Setyahadi, Sp.OG (K), menegaskan esensi dari kegiatan pembaruan ilmu ini.

"Akreditasi rumah sakit itu bukanlah sekadar proses penilaian untuk membawa status kelulusan. Melainkan merupakan instrumen strategis dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, efektif, dan efisien, berorientasi pada pasien, serta berkelanjutan," ujar dr. Ilhamy. Ia juga menambahkan bahwa akreditasi mendorong rumah sakit untuk terus melakukan perbaikan tata kelola klinis, manajemen risiko, dan peningkatan mutu secara terus-menerus.

Selaras dengan hal tersebut, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), FISQua, memaparkan bahwa pelayanan berstandar tinggi tidak semata-mata diukur dari kemewahan fasilitas.

"Di luar negeri itu mereka tidak selalu berarti gedungnya kece-kece... Mereka tidak mengandalkan alat, mereka mengandalkan klinis, pelayanan. Jadi mereka tuh bukan yang paling mentereng, yang teknologi terkini, enggak juga. Tapi mereka bisa menjadi rumah sakit-rumah sakit yang terbaik. Tentu dari kualitas pelayanan," tegas Dr. Ariani saat membuka acara.

Dr. Ariani juga menjelaskan bahwa standar nasional yang dipelajari dan diterapkan saat ini memiliki kualitas yang sangat kredibel, karena pembangunannya dibimbing langsung oleh Joint Commission International (JCI) dan telah terakreditasi oleh lembaga internasional ISQua.

Selama dua hari, para tenaga kesehatan dan manajemen di RSAB Harapan Kita mendalami berbagai topik krusial, seperti Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), manajemen fasilitas, hingga hak pasien dan komunikasi efektif demi terwujudnya Patient Centered Care (pelayanan yang berfokus pada pasien).

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, RSAB Harapan Kita menegaskan kembali komitmennya: bahwa di balik layar, seluruh tim medis dan manajemen tidak pernah berhenti belajar dan berinovasi demi menjamin keselamatan serta kenyamanan Ibu dan Anak di Indonesia. ***