Kamis, 13 Agustus 2026 17:39 WIB

Perdana di Sumbagteng RS M Djamil Lakukan Operasi Bypass STA MCA

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
41

Padang - RS M. Djamil kembali menorehkan tonggak penting dalam pengembangan layanan kesehatan rujukan di Sumatera. Pada Kamis, 13 Agustus 2026, RS M. Djamil untuk pertama kalinya melaksanakan tindakan operasi bypass Superficial Temporal Artery–Middle Cerebral Artery (STA-MCA), sekaligus menjadi tindakan perdana yang dilakukan di wilayah Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng).

Pelaksanaan tindakan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Proctoring Bypass STA-MCA bersama RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta selaku Pengampu Nasional. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses transfer pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman kepada tim RS M. Djamil dalam rangka memperkuat kemampuan layanan neurovaskular dan bedah saraf tingkat lanjut.

Tindakan operasi bypass STA-MCA kali ini secara khusus ditujukan untuk menyelamatkan seorang pasien anak laki-laki berusia 5 tahun yang terdiagnosis Giant Aneurisma ICA Dextra atau aneurisma raksasa pada Arteri Karotis Interna kanan. Kondisi tersebut merupakan kasus kompleks yang membutuhkan penanganan multidisiplin dan tingkat ketelitian tinggi karena berkaitan langsung dengan pembuluh darah utama yang memasok darah ke otak.

Tindakan operasi dilakukan oleh tim RS M. Djamil yang diketuai dr. Ade Ricky Harahap, Sp.BS, Subsp.N-Vas (K), dengan pendampingan tim RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta yang diketuai dr. Muhammad Kusdiansah, Sp.BS.

Secara demografis, kasus aneurisma raksasa pada anak usia dini memerlukan perhatian khusus karena dapat memberikan dampak serius terhadap tumbuh kembang, fungsi neurologis, hingga harapan hidup pasien dalam jangka panjang. Pada pasien ini, kelainan pembuluh darah telah menimbulkan gejala berupa kelemahan pada salah satu sisi tubuh atau hemiparesis dextra akibat terganggunya pasokan aliran darah ke otak.

Dalam kondisi tersebut, tindakan revaskularisasi melalui teknik bypass STA-MCA menjadi salah satu langkah penting untuk membantu menyediakan kembali aliran darah ke jaringan otak yang membutuhkan. Teknik ini dilakukan dengan menghubungkan pembuluh darah dari kulit kepala dengan pembuluh darah di otak sehingga aliran darah dapat dialihkan dan dipertahankan pada area otak yang mengalami gangguan suplai.

Pelaksanaan operasi tersebut menjadi penting karena bertujuan mempertahankan perfusi otak, mencegah terjadinya kerusakan jaringan otak secara permanen. Sekaligus menjadi bagian dari strategi penanganan terhadap risiko komplikasi yang dapat terjadi akibat aneurisma.

Momentum bersejarah tersebut turut dihadiri Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin secara virtual. Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan menyampaikan apresiasi atas dimulainya layanan operasi bypass STA-MCA di RS M. Djamil. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi capaian bagi rumah sakit, tetapi juga menjadi langkah penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan neurovaskular tingkat lanjut di wilayah Sumatera.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta yang sudah membagikan ilmunya kepada tim RS M. Djamil. Nanti tugas dari RS M. Djamil untuk segera meningkatkan jumlah dan memastikan kualitas dari layanan operasi bypass STA-MCA ini,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Ia menegaskan, pengembangan layanan tersebut sejalan dengan penugasan RS M. Djamil dalam memperkuat jejaring rujukan dan pengampuan rumah sakit di wilayah Sumatera. Dengan kemampuan layanan yang semakin kuat di tingkat regional, masyarakat yang membutuhkan tindakan bypass STA-MCA diharapkan tidak lagi harus selalu dirujuk ke Jakarta. “RS M. Djamil ditugaskan untuk mengampu minimal semua RSUD provinsi di Sumatera, mulai dari Aceh sampai Lampung, harus bisa melakukan tindakan operasi bypass STA-MCA ini,” katanya.

Menurutnya, penguatan jejaring layanan tersebut akan memberikan dampak besar terhadap akses masyarakat. Pasien dengan penyakit stroke dan gangguan pembuluh darah otak yang membutuhkan tindakan tersebut nantinya diharapkan dapat memperoleh layanan di ibu kota provinsi terdekat tanpa harus menempuh perjalanan jauh menuju Jakarta. “Sehingga saudara-saudara kita yang terkena stroke dan harus diberikan layanan ini tidak usah berobat ke Jakarta. Cukup dirujuk ke ibu kota provinsi terdekat di Sumatera,” lanjutnya.

Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan ucapan selamat kepada RS M. Djamil atas capaian tersebut. Ia meminta seluruh tim untuk terus menjaga semangat dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjalankan fungsi pengampuan dengan membagikan pengetahuan dan keterampilan kepada rumah sakit daerah di wilayah Sumatera. “Mohon terus semangat untuk meningkatkan layanan ini dalam menyelamatkan nyawa masyarakat di Sumatera. Dan jangan lupa tugasnya membagikan ilmunya dan mengajari ke seluruh RSUD provinsi agar bisa melakukan tindakan operasi bypass STA-MCA ini,” ujarnya.

Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengatakan pelaksanaan operasi tersebut menjadi momentum luar biasa sekaligus tonggak sejarah baru dalam pengembangan pelayanan neurovaskular di RS M. Djamil. “Hari ini menjadi momentum luar biasa dan tonggak sejarah baru dalam pelayanan neurovaskular di rumah sakit kita. Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan tindakan operasi bypass STA-MCA yang pertama kali dilakukan di RS M. Djamil, sekaligus yang pertama di wilayah Sumatera Bagian Tengah,” kata Dovy Djanas.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan bentuk komitmen nyata RS M. Djamil dalam mendukung transformasi layanan primer dan rujukan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan. Salah satu fokus pentingnya adalah mempercepat penguatan jejaring pengampuan dalam penanganan penyakit stroke dan gangguan vaskular otak.

“Langkah besar ini adalah bentuk komitmen nyata kami dalam mendukung transformasi layanan primer dan rujukan Kementerian Kesehatan, khususnya dalam akselerasi jejaring pengampuan penanganan penyakit stroke dan vaskular otak,” ujarnya.

Dovy menambahkan, penanganan kasus kompleks seperti aneurisma raksasa pada anak membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat antar-rumah sakit. Karena itu, keberadaan RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta dalam kegiatan proctoring tersebut menjadi bagian penting dalam proses penguatan kompetensi tim RS M. Djamil.

“Keberhasilan penanganan kasus kompleks seperti ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat. Oleh karena itu, pada kesempatan yang sangat berharga ini, secara khusus saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono selaku Koordinator Nasional Jejaring Pengampuan Layanan Stroke,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas komitmen RS PON dalam memberikan pendampingan dan bimbingan secara berkelanjutan kepada tim RS M. Djamil, khususnya dalam proses transfer pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman mikrosurgeri. “Terima kasih atas komitmen, pendampingan, serta bimbingan yang berkelanjutan dalam mentransfer pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman mikrosurgeri kepada tim medis RS M. Djamil,” kata Dovy.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan live report dari ruang rawatan pasien. Dalam sesi tersebut, Menteri Kesehatan bersama tim dokter berinteraksi secara langsung dengan pasien anak beserta keluarganya. Interaksi tersebut menjadi salah satu momen dalam kegiatan karena memperlihatkan secara langsung kondisi pasien yang menjadi bagian dari pelaksanaan layanan neurovaskular tingkat lanjut di RS M. Djamil.

Setelah sesi live report, agenda dilanjutkan dengan pelaksanaan operasi perdana bypass STA-MCA yang didampingi langsung oleh tim proctor dari RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari proses memastikan tindakan dapat berlangsung sesuai standar dan sekaligus memperkuat kesiapan tim RS M. Djamil dalam melakukan layanan serupa secara berkelanjutan.

Direktur Utama RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S, MARS, menyampaikan kegiatan proctoring tersebut merupakan bagian dari komitmen pengampuan nasional dalam memperkuat kapasitas rumah sakit jejaring. Pendampingan dilakukan agar kemampuan tenaga medis di daerah dapat berkembang sehingga pelayanan neurovaskular kompleks dapat semakin dekat dengan masyarakat.

“Pengembangan layanan bypass STA-MCA di RS M. Djamil merupakan langkah penting dalam memperluas pemerataan pelayanan neurovaskular di wilayah Sumatera. Dengan adanya penguatan kompetensi dan fasilitas layanan di rumah sakit rujukan regional, proses penanganan pasien dengan kasus vaskular otak kompleks dapat dilakukan lebih dekat dengan daerah asal pasien,” tegasnya.

Adin menambahkan, keberhasilan pelaksanaan tindakan bypass STA-MCA membutuhkan tim yang solid dan kolaborasi yang kuat. Kompleksitas tindakan neurovaskular tidak hanya membutuhkan kompetensi individu, tetapi juga kesiapan seluruh tim untuk bekerja secara terintegrasi, mulai dari dokter operator hingga tenaga kesehatan pendukung.

“Tindakan ini membutuhkan tim yang solid. Bukan hanya dokter operator, tetapi seluruh tim yang terlibat harus memiliki kompetensi, komunikasi, dan koordinasi yang baik. Karena dalam tindakan neurovaskular seperti ini, setiap tahapan membutuhkan ketelitian dan kerja sama yang sangat kuat,” ujarnya.

Menurut Adin, pengalaman pelaksanaan tindakan perdana di RS M. Djamil diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengembangan layanan serupa di rumah sakit lain di wilayah Sumatera. Pengampuan, kata dia, bukan sekadar memindahkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membangun tim yang mampu menjalankan layanan secara mandiri dengan standar yang sama.

“Harapan kami, RS M. Djamil bisa menjadi contoh bahwa dengan tim yang solid, kolaborasi yang kuat, dan proses pendampingan yang berkelanjutan, layanan yang sebelumnya hanya tersedia di pusat dapat dikembangkan di daerah. Ini yang kemudian bisa direplikasi dan menjadi model bagi rumah sakit lain di Sumatera,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Barat, dr. Aklima, MPH, menyampaikan apresiasi atas capaian RS M. Djamil dalam menghadirkan layanan operasi bypass STA-MCA. Menurutnya, hadirnya layanan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat Sumatera Barat karena memberikan tambahan pilihan layanan kesehatan rujukan untuk kasus neurovaskular yang membutuhkan penanganan tingkat lanjut.

“Kami berharap keberadaan layanan tersebut dapat terus dikembangkan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan sarana dan prasarana, serta kolaborasi yang berkelanjutan antara RS M. Djamil dengan rumah sakit pengampu nasional maupun rumah sakit jejaring di Sumatera,” tegas dr. Aklima, MPH. ***