Makassar - Kondisi mengejutkan terjadi di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Rumah sakit terbesar di kawasan Indonesia Timur ini ternyata harus memutar otak demi memenuhi kebutuhan kritis pasien. Tak main-main, sebanyak 300 kantong darah lenyap dikonsumsi setiap harinya untuk menyelamatkan nyawa!
Merespons situasi darurat dan genting tersebut, ratusan personel TNI AD dari jajaran Kodam XIV Hasanuddin dilaporkan langsung bergerak cepat melakukan aksi 'penggerebekan' massal ke area rumah sakit. Aksi tak biasa ini pun langsung memicu perhatian publik di tengah suasana menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Namun jangan salah sangka dulu! Kehadiran ratusan prajurit berseragam loreng ini bukan untuk melakukan penindakan hukum atau pengamanan konflik, melainkan dalam misi kemanusiaan super mulia. Berkolaborasi dengan organisasi pemuda Karang Taruna, mereka menggelar aksi Bakti Sosial dan Donor Darah massal demi menyambung napas para pasien yang sedang berjuang melawan maut.
Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Annas Ahmad, Sp.B, FICS, FISQua, AIFO-K, blak-blakan mengungkap kondisi riil di lapangan. Ia mengaku sangat terbantu dengan pergerakan cepat para TNI dan pemuda Karang Taruna ini.
"Ini adalah kerja sama yang pertama antara Kodam XIV Hasanuddin bersama dengan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, dan penyelenggaranya dari Karang Taruna. Kebutuhan kantong darah di Wahidin itu sangat tinggi, rata-rata 300 kantong sehari!" ungkap dr. Annas Ahmad saat ditemui detikcom di lokasi kegiatan.
dr. Annas menegaskan, aksi jemput bola seperti ini sangat krusial. Kelebihan donor darah yang langsung dilakukan di RS Wahidin memastikan pasokan darah tidak akan lari ke mana-mana, melainkan langsung dieksekusi untuk menyelamatkan pasien yang membutuhkan pada hari yang sama.
"Kami berharap kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan setiap 3 bulan sekali sesuai standar kedokteran. Kerja sama ini jelas mengurangi beban kebutuhan darah kami untuk pasien yang benar-benar membutuhkan. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada TNI serta rekan-rekan Karang Taruna," jelasnya penuh harap.
Di tempat yang sama, Komandan Kodim 1408/Makassar, Letkol Kav Ino Dwi Setyo Darmawan, SE, M.Han, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam melihat tingginya kebutuhan darah di wilayah Makassar dan sekitarnya. Gerakan ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam momen hari kemerdekaan.
"Ini kami turunkan langsung 100 sampai 150 personel dari jajaran TNI Angkatan Darat Kodam XIV Hasanuddin untuk berpartisipasi. Ini awal yang sangat baik menyambut HUT RI ke-81, Makodam XIV Hasanuddin menginisiasi kerja sama dengan Karang Taruna untuk aksi donor darah ini," tegas Letkol Kav Ino Dwi Setyo Darmawan.
Letkol Ino juga melempar sinyal kuat bahwa aksi serbuan kemanusiaan ini tidak akan berhenti sampai di sini saja. Kodam XIV Hasanuddin sudah menyiapkan strategi khusus agar pasokan darah tetap aman secara jangka panjang.
"Kami memiliki banyak satuan di jajaran Kodam XIV Hasanuddin yang bisa secara reguler digerakkan bergantian untuk berpartisipasi maksimal membantu ketersediaan kantong darah di Makassar. Kami juga mengimbau masyarakat luas untuk ikut bergerak melakukan donor darah yang sama. Ini sangat baik untuk kesehatan tubuh kita sekaligus bisa membantu sesama," pungkas Letkol Ino.***