Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Jumat, 14 Agustus 2026 14:38 WIB

RSAB Harapan Kita Gembleng Puluhan Dosen dan Bidan untuk Tekan Angka Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal

RSAB Harapan Kita Gembleng Puluhan Dosen dan Bidan untuk Tekan Angka Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal
Humas - RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta 203 kali dilihat

Jakarta - Sebagai Pusat Rujukan Nasional untuk layanan Ibu dan Anak, Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita kembali mengambil peran strategis dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan daerah. Melalui Pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (KKMN) bagi Bidan, RSAB Harapan Kita membagikan standar penanganan medis terkini kepada puluhan tenaga kesehatan, yang mayoritas merupakan tenaga pendidik dari berbagai institusi pencetak tenaga medis.

Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan secara hibrida pada tanggal 5, 6, 10, 11, dan 12 Agustus 2026. Pada sesi daring yang berlangsung di hari-hari awal, peserta dibekali dengan berbagai materi krusial, mulai dari kebijakan sistem rujukan, etik kebidanan, hingga prinsip umum deteksi dini kegawatdaruratan.

Sementara itu, untuk memastikan keterampilan motorik dan klinis para peserta, sesi luring digelar di ruang kelas Diklat, lantai 5 gedung Hotel Moritz, RSAB Harapan Kita. Sesi praktik ini mengharuskan peserta melewati berbagai stasiun (station) gawat darurat.

Luthfi Khairunnisa, peserta dari Poltekkes Kemenkes Bandung, menyoroti pentingnya sesi luring tersebut. “Di minggu ini ada praktik dan melakukan roleplay. Lalu ada station-station gawat darurat, selain itu juga ada pelayanan tindakan di pasien-pasien selanjutnya,” ujarnya.

Beberapa tindakan krusial yang dilatihkan dalam stasiun praktik tersebut antara lain tata laksana perdarahan post partum (HPP), resusitasi jantung paru (RJP), penanganan syok, tata laksana distosia bahu, hingga pertolongan persalinan sungsang.

Kehadiran para tenaga pendidik atau dosen dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) dalam pelatihan ini memberikan nilai tambah yang signifikan. Ilmu dan standar update yang mereka peroleh dari fasilitas rujukan nasional ini tidak hanya akan berhenti pada diri mereka sendiri, tetapi akan diturunkan kepada ribuan calon bidan di daerah masing-masing.

Hesti Wulandari, Dosen Poltekkes Kemenkes Banten, menyatakan bahwa pelatihan 8 hari ini memberikan pengalaman yang esensial. "Bagi saya sebagai dosen, itu sangat-sangat membantu dan menambah pengalaman dan keterampilan untuk bisa nanti dibagikan lagi ke mahasiswa," ungkap Hesti.

Hal senada disampaikan oleh Ida Lindawati, yang juga berasal dari Poltekkes Kemenkes Banten. Ia menekankan bahwa materi pelatihan ini sangat relevan untuk menjaga standar pendidikan di institusinya. "Pelatihan ini bermanfaat sekali untuk pengembangan unit kompetensi Poltekkes Banten di mana kami selalu menyelenggarakan kegiatan pelatihan di unit pengembangan Poltekkes Banten. Jadi kita harus ter-update ilmunya," jelasnya.

Peserta lain, Dinas Rimawadas, mengapresiasi kelengkapan materi yang diberikan, terutama dalam mendeteksi ancaman sejak dini. “Materinya banyak sekali ya, terutama tentang kegawatdaruratan, terus kita mendeteksi secara dini bagaimana kegawatdaruratan itu terjadi. Dan banyak hal yang lain kayak penanganan asfiksia, kemudian penanganan pada persalinan sungsang,” tutupnya.

Melalui program-program pelatihan komprehensif seperti KKMN ini, RSAB Harapan Kita terus mengukuhkan posisinya bukan sekadar sebagai tempat penyembuhan, melainkan sebagai kawah candradimuka yang memastikan standar keselamatan ibu dan bayi di seluruh Indonesia terus meningkat. ***