Perkuat Jejaring Layanan Stroke RSOMH Bukittinggi Gelar Telementoring ECHO
Bukittinggi — Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi melaksanakan Telementoring Extension for Community Healthcare Outcomes (ECHO) sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dan mendukung transformasi layanan rujukan di bidang neurologi.
Extension for Community Healthcare Outcomes (ECHO) merupakan program telementoring berbasis jejaring yang memanfaatkan teknologi untuk menciptakan lingkungan pembelajaran kolaboratif secara real-time. Program ECHO dikembangkan melalui kerja sama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan University of New Mexico sebagai salah satu bentuk pemanfaatan teknologi dalam mendukung peningkatan pengetahuan dan kemampuan tenaga kesehatan. Melalui pendekatan telementoring, akses terhadap keahlian dan praktik terbaik (best practices) dapat diperluas kepada tenaga kesehatan, termasuk yang berada di luar pusat layanan rujukan.
Dalam pelaksanaannya, RSOMH Bukittinggi memanfaatkan program ECHO untuk mendukung pengampuan di bidang neurologi, dengan program Penatalaksanaan Pasien Stroke sebagai fokus pembelajaran. Kegiatan ini menjadi bagian dari peran RSOMH sebagai rumah sakit rujukan dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada fasilitas pelayanan kesehatan dalam jejaring rujukan.
Telementoring ECHO diikuti oleh dokter, perawat, dan tenaga rehabilitasi medik dari sejumlah rumah sakit di Sumatera Barat, yaitu RSUD Kota Bukittinggi, RSUD Adnan WD Payakumbuh, RSUD Prof. DR. MA Hanafiah SM Batusangkar, RSUD Padang Panjang, RSUD Lubuk Sikaping, dan RSUD Sawahlunto.
Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform iECHO pada 18–27 Agustus 2026. Pembelajaran melibatkan tenaga profesional dari berbagai bidang, antara lain dokter spesialis saraf, bedah saraf, penyakit dalam, rehabilitasi medik, dokter umum, perawat, fisioterapis, dan ortotik prostetik.
Materi pembelajaran mencakup berbagai aspek penatalaksanaan stroke secara komprehensif, mulai dari penanganan stroke akut, aspek diagnostik dan terapi, penatalaksanaan komplikasi dan faktor komorbid, hingga aspek keperawatan dan rehabilitasi pasien stroke. Pembahasan juga dilengkapi dengan diskusi kasus untuk memperkuat kemampuan peserta dalam menerapkan pengetahuan sesuai kondisi klinis di lapangan.
Melalui pelaksanaan Telementoring ECHO, RSOMH Bukittinggi terus mendorong penguatan jejaring pembelajaran dan pemerataan kompetensi tenaga kesehatan. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat memperpendek jarak antara pusat layanan rujukan dengan fasilitas kesehatan di daerah, sekaligus mendukung peningkatan ketepatan dan kualitas tata laksana pasien stroke.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen RSOMH Bukittinggi untuk berkontribusi dalam penguatan sistem rujukan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan melalui kolaborasi, transfer pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi kesehatan.
Bersama RSOMH, Sehat Lebih Pasti.***