Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Kamis, 20 Agustus 2026 15:02 WIB

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Dampingi Perdana Proctoring Bypass STA MCA di RSUP Dr M Djamil

RSPON Mahar Mardjono Jakarta Dampingi Perdana Proctoring Bypass STA MCA di RSUP Dr M Djamil
AN - RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr.dr.Mahar Mardjono Jakarta 111 kali dilihat

Jakarta - Penguatan layanan neurologi dan bedah saraf terus dilakukan melalui kolaborasi dan program pengampuan antarrumah sakit. Salah satu capaian tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan proctoring bypass STA-MCA (Superficial Temporal Artery–Middle Cerebral Artery) di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada 13 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi pelaksanaan perdana bypass STA-MCA di RSUP Dr. M. Djamil sekaligus yang pertama di wilayah Sumatera bagian tengah, menandai perkembangan penting dalam penguatan kapasitas layanan bedah saraf di daerah.

Pelaksanaan tindakan dilakukan pada seorang pasien anak laki-laki berusia 5 tahun dengan diagnosis giant aneurisma. Sebelumnya, pasien telah menjalani pemeriksaan Digital Subtraction Angiography (DSA) cerebral untuk mengevaluasi kondisi pembuluh darah otak. Selanjutnya, pasien mendapatkan penanganan melalui tindakan bypass STA-MCA dengan pendampingan dan bimbingan dari tim Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) sebagai rumah sakit pengampu.

Pendampingan tersebut merupakan bagian dari program pengampuan yang selama ini dilakukan RSPON Mahar Mardjono Jakarta dalam rangka memperkuat kompetensi dan kemandirian rumah sakit jejaring dalam memberikan pelayanan neurologi dan bedah saraf. Proctoring menjadi salah satu bentuk transfer pengetahuan dan keterampilan secara langsung, khususnya dalam penanganan kasus-kasus kompleks yang membutuhkan kompetensi multidisiplin.

Dokter Bedah Saraf RSPON Mahar Mardjono Jakarta, dr. Muhammad Kusdiansah, Sp.BS, menjelaskan bahwa giant aneurisma pada anak merupakan kondisi yang relatif jarang ditemukan. Meski demikian, perhatian terhadap kondisi aneurisma tetap diperlukan, termasuk dengan mempertimbangkan faktor genetik pada kasus tertentu.

“Giant aneurisma pada anak memang populasinya jarang. Sementara itu, di Indonesia kasus aneurisma cukup tinggi. Skrining genetik merupakan salah satu hal yang dapat dipertimbangkan dalam penanganan awal, karena sekitar 10–15 persen dapat berkaitan dengan faktor keturunan dalam keluarga,” jelasnya.

Program pengampuan yang dilakukan RSPON Mahar Mardjono Jakarta merupakan bagian dari upaya memperkuat pemerataan layanan neurologi dan stroke di Indonesia. Sebagai rumah sakit rujukan nasional di bidang otak dan saraf, RSPON tidak hanya memberikan pelayanan kepada pasien rujukan, tetapi juga memiliki peran dalam pengembangan kompetensi rumah sakit jejaring melalui proses pendampingan dan berbagi pengalaman.

Direktur Utama RSPON Mahar Mardjono Jakarta, dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S., MARS, menyampaikan apresiasi atas perkembangan program pengampuan yang telah berjalan. Menurutnya, penguatan layanan di daerah merupakan bagian penting dalam memperkecil kesenjangan akses pelayanan kesehatan, khususnya untuk layanan stroke dan neurologi yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.

, dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S., MARS menekankan bahwa keberhasilan pengembangan layanan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia serta kerja sama seluruh tenaga kesehatan.

Pengembangan layanan bypass STA-MCA di RSUP Dr. M. Djamil diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan bedah saraf yang semakin komprehensif di wilayah Sumatera bagian tengah. Dengan meningkatnya kompetensi dan kapasitas rumah sakit, penanganan kasus-kasus kompleks diharapkan dapat dilakukan lebih dekat dengan masyarakat sehingga kebutuhan rujukan ke pusat layanan di luar daerah dapat ditekan.

Capaian ini juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Kesehatan dalam memperkuat jejaring layanan kesehatan dan pemerataan kompetensi rumah sakit di berbagai wilayah Indonesia. Pengembangan layanan tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan yang mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa masyarakat, khususnya di Sumatera Barat dan wilayah sekitarnya.

Selain meningkatkan kapasitas layanan di RSUP Dr. M. Djamil, proses pengampuan juga diharapkan menghasilkan efek berkelanjutan melalui pembagian ilmu dan pengalaman kepada rumah sakit lainnya. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada satu fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi dapat terus dikembangkan dalam jejaring pelayanan.

Pelaksanaan perdana proctoring bypass STA-MCA ini menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan penguatan layanan neurologi dan bedah saraf di Sumatera bagian tengah. Kolaborasi antara RSPON Mahar Mardjono Jakarta dan RSUP Dr. M. Djamil menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin unggul, merata, dan berdampak bagi masyarakat. ***