Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Kamis, 20 Agustus 2026 19:50 WIB

ECHO RSOMH Bukittinggi Bahas Terapi Trombolisis dan Rehabilitasi Dini pada Stroke

ECHO RSOMH Bukittinggi Bahas Terapi Trombolisis dan Rehabilitasi Dini pada Stroke
Humas - RS Otak Dr.Drs.M. Hatta Bukittinggi 132 kali dilihat

Bukittinggi - Memasuki hari ketiga pelaksanaan Telementoring Extension for Community Healthcare Outcomes (ECHO), Rumah Sakit Otak DR. Drs. M. Hatta (RSOMH) Bukittinggi kembali menghadirkan pembelajaran bagi tenaga kesehatan dalam rangka memperkuat kompetensi penatalaksanaan stroke.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian Telementoring ECHO dengan program Penatalaksanaan Pasien Stroke yang dilaksanakan pada 18–27 Agustus 2026. Pembelajaran dilakukan secara daring melalui platform iECHO dengan menggabungkan materi didaktik dan diskusi kasus.

Pada hari ketiga ini, peserta mendapatkan dua materi pembelajaran, yaitu “IV Thrombolytic in Acute Ischemic Stroke” yang disampaikan oleh dr. Isnu Lucky, Sp.S, serta “Early Rehabilitation in Stroke” oleh dr. Annisa Ayu, Sp.KFR.

Dalam sesi pertama, dr. Isnu Lucky membahas terapi trombolisis intravena sebagai salah satu pilihan tata laksana pada pasien stroke iskemik akut yang memenuhi kriteria. Terapi ini bertujuan membantu melarutkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah otak sehingga aliran darah dapat kembali dan kerusakan jaringan otak dapat diminimalkan.

Pembahasan juga menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam penanganan stroke iskemik akut. Identifikasi gejala, penilaian kondisi pasien, pemeriksaan penunjang, hingga pengambilan keputusan terapi menjadi bagian penting dalam memberikan tata laksana yang optimal pada fase akut.

Selanjutnya, dr. Annisa Ayu membahas early rehabilitation in stroke atau rehabilitasi dini pada pasien stroke. Rehabilitasi merupakan bagian penting dari penatalaksanaan stroke yang bertujuan membantu mempertahankan dan meningkatkan kemampuan fungsional, mencegah komplikasi, serta mendukung proses pemulihan dan kemandirian pasien.

Telementoring ECHO ini diikuti oleh dokter, perawat, dan tenaga rehabilitasi medik dari enam rumah sakit di Sumatera Barat, yaitu RSUD Kota Bukittinggi, RSUD Adnan WD Payakumbuh, RSUD Prof. DR. MA Hanafiah SM Batusangkar, RSUD Padang Panjang, RSUD Lubuk Sikaping, dan RSUD Sawahlunto.

Melalui pembelajaran yang mengombinasikan materi dan diskusi kasus, peserta dapat memperkuat pengetahuan sekaligus berbagi pengalaman terkait penatalaksanaan stroke di fasilitas pelayanan masing-masing. Model pembelajaran ini juga menjadi sarana untuk memperkuat jejaring antara rumah sakit rujukan dengan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah.

Memasuki hari ketiga pelaksanaan, rangkaian Telementoring ECHO RSOMH Bukittinggi terus menjadi bagian dari komitmen dalam memperkuat pengampuan dan pemerataan kompetensi tenaga kesehatan di bidang neurologi. Melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi, diharapkan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dapat mendukung pelayanan stroke yang semakin cepat, tepat, dan berkesinambungan bagi masyarakat. ***