Jumat, 28 Agustus 2026 11:23 WIB

ECHO RSOMH Bukittinggi Bahas Pemanfaatan Hand Splint dalam Rehabilitasi Pasien Pascastroke

Responsive image
Humas - RS Otak Dr.Drs.M. Hatta Bukittinggi
22

Bukittinggi โ€” Rangkaian Telementoring Extension for Community Healthcare Outcomes (ECHO) yang diselenggarakan Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta (RSOMH) Bukittinggi kembali menghadirkan pembelajaran mengenai rehabilitasi pasien pascastroke. Pada Kamis, 27 Agustus 2026, sesi pembelajaran membahas โ€œHand Splint pada Pasien Pascastrokeโ€ dengan Muslimin, A.Md., OP sebagai narasumber.

Dalam pembelajaran tersebut dijelaskan bahwa hand splint merupakan alat bantu yang digunakan untuk membantu mempertahankan posisi tangan agar lebih nyaman sekaligus mendukung proses rehabilitasi. Setelah stroke, pasien dapat mengalami kelemahan, kekakuan, peningkatan tonus otot, nyeri, edema, maupun keterbatasan gerak pada tangan sehingga membutuhkan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Sebelum penggunaan hand splint, diperlukan assessment untuk mengetahui kondisi tangan pasien, meliputi kemampuan gerak, kekuatan, tonus otot, sensasi, nyeri, edema, dan kondisi kulit. Hasil pengkajian tersebut menjadi dasar dalam menentukan jenis dan bentuk splint yang sesuai, termasuk resting hand splint maupun jenis lainnya berdasarkan tujuan rehabilitasi pasien.

Pembelajaran juga menekankan bahwa pembuatan dan penggunaan hand splint harus memperhatikan bentuk tangan, kenyamanan, serta keamanan pasien. Setelah dibuat, dilakukan fitting untuk memastikan posisi tangan sesuai dan tidak menimbulkan tekanan berlebihan. Pasien dan keluarga juga perlu mendapatkan edukasi mengenai cara penggunaan, pelepasan, pembersihan, serta pemeriksaan kondisi kulit selama pemakaian.

Penggunaan hand splint dilakukan secara bertahap dan memerlukan pemantauan. Apabila muncul nyeri, lecet, kemerahan yang menetap, mati rasa, perubahan warna kulit, atau pembengkakan, penggunaan perlu dihentikan sementara dan dilakukan evaluasi. Hand splint juga bukan merupakan terapi tunggal, melainkan perlu dikombinasikan dengan latihan dan program rehabilitasi lainnya sesuai kebutuhan pasien.

Telementoring ECHO ini diikuti oleh dokter, perawat, dan tenaga rehabilitasi medik dari RSUD Kota Bukittinggi, RSUD Adnan WD Payakumbuh, RSUD Prof. DR. MA Hanafiah SM Batusangkar, RSUD Padang Panjang, RSUD Lubuk Sikaping, dan RSUD Sawahlunto. Melalui pembelajaran kolaboratif dan diskusi kasus, RSOMH Bukittinggi terus memperkuat kompetensi tenaga kesehatan agar pemanfaatan hand splint dapat mendukung kenyamanan, keamanan, fungsi tangan, serta kemampuan pasien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sebagai bagian dari proses rehabilitasi pascastroke. ***