Sukoharjo - RSO Soeharso Surakarta resmi melepas Tim Kesehatan Tahap Ke-2 menuju Nusa Tenggara Timur (NTT). Pelepasan tim ini bertujuan untuk melanjutkan pelayanan medis, khususnya penanganan spesialisasi ortopedi, bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah tersebut.
Pemberangkatan tim gelombang kedua ini dilakukan atas arahan pimpinan dan koordinasi langsung dengan tim lapangan di NTT, termasuk Direktur Utama RS Prof. dr. Gemboni serta Sekretariat Jenderal. Kehadiran tim baru ini bertugas menggantikan tim pertama yang telah bertugas memberikan pelayanan kesehatan di lokasi bencana, ungkap Direktur Utama Dr. dr. Tito Sumarwoto, Sp.OT(K), M.Kes, MH, MARS.
Ditambahkan oleh beliau bahwa misi utama kemanusian ini adalah, Kondisi Lapangan Kondusif, Situasi di wilayah terdampak dilaporkan jauh lebih kondusif dibandingkan awal bencana. Penanganan korban bencana sudah mengalami penurunan signifikan, ditandai dengan kembalinya KRI Soeharso ke Surabaya. Fokus Pelayanan & Fasilitas, Tim yang beranggotakan empat orang (dr. Mahardika Frityatama, Sp.OT, dr. Denny Dwi Hartanto, Ridho Hindarto, S.Kep, Ners, dan Indra Dwi Laksita, S.Kep, Ns) akan ditempatkan di Rumah Dinas Dokter. Sementara itu, tindakan operasi tetap dipusatkan di rumah sakit atau tenda darurat setempat. Hibah Alat Medis Ortopedi, Selain menerjunkan tenaga medis, RSO Soeharso Surakarta juga menyumbangkan sejumlah peralatan medis serta implan ortopedi (seperti gips dan krek). Peralatan ini dihibahkan agar dapat terus dimanfaatkan oleh tenaga medis lokal setelah masa tugas tim berakhir. Durasi Misi, Berdasarkan surat tugas, tim dijadwalkan bertugas selama 10 hari. Namun, durasi penugasan bersifat fleksibel menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan pelayanan di lokasi bencana.
Pimpinan RSO Soeharso Surakarta menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kesiapan para tenaga medis yang berangkat. Misi ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan pelayanan kesehatan secara optimal bagi warga NTT, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi para tenaga medis dalam menangani situasi darurat bencana. ***