Sabtu, 29 Agustus 2026 23:29 WIB

RSO Soeharso Surakarta Gelar Webinar Nasional Merdeka Sehat 2026

Responsive image
Humas - RS Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta
43

Sukoharjo - RSO Soeharso Surakarta melalui Komite Keperawatan dan Tenaga Kesehatan Lain menyelenggarakan Webinar Nasional Sharing Knowledge Session 08 Tahun 2026 dengan mengusung tema “Merdeka Sehat 2026 : Sinergi Tenaga Kesehatan dalam Mewujudkan Pelayanan Kesehatan yang Bermutu, Aman, dan Berpusat pada Pasien.”

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 28 Agustus 2026, pukul 13.00–16.00 WIB ini, menjadi wadah berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat pemahaman tenaga kesehatan mengenai pentingnya kolaborasi interprofesional dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan berpusat pada pasien tidak dapat diwujudkan oleh satu profesi kesehatan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas profesi yang terintegrasi agar setiap tenaga kesehatan dapat bekerja bersama dalam memberikan pelayanan yang komprehensif, terkoordinasi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Melalui kegiatan ini, RSO Soeharso Surakarta mendorong penguatan Interprofessional Collaboration (IPC) sebagai salah satu pendekatan penting dalam membangun budaya keselamatan pasien, meningkatkan mutu pelayanan, serta menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih manusiawi dan berkualitas.

Webinar menghadirkan dua narasumber dari RSO Soeharso Surakarta, Sesi pertama mengangkat materi “Peran Strategis Perawat dalam Mewujudkan Pelayanan Kesehatan yang Bermutu melalui Evidence-Based Nursing dan Kolaborasi Interprofesi”, yang disampaikan oleh Irfiana Dramayanti, S.Kep., Ns., M.PH. Materi ini menyoroti peran strategis perawat dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan melalui penerapan praktik berbasis bukti (evidence-based nursing) serta kolaborasi dengan profesi kesehatan lainnya.

Sementara itu, sesi kedua menghadirkan Nur Buqory, S.ST, dengan materi “Kolaborasi Interprofesi dalam Mewujudkan Pelayanan Kesehatan yang Bermutu, Aman, dan Berpusat pada Pasien.” Materi tersebut membahas pentingnya kolaborasi antarprofesi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan berorientasi pada pasien.

Kegiatan dipandu oleh Aprillia Dwi Nurkancana, yang juga memfasilitasi rangkaian webinar, mulai dari pembukaan, penjelasan kegiatan, diskusi, hingga pelaksanaan post-test.

Webinar nasional ini terbuka bagi berbagai profesi tenaga kesehatan, antara lain dokter dan dokter spesialis, dokter gigi, bidan, perawat, ners, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kefarmasian, nutrisionis, tenaga teknologi laboratorium medik, fisioterapis, radiografer, elektromedis, penata anestesi, terapis, perekam medis, psikolog klinis, serta berbagai profesi tenaga kesehatan lainnya.

Dengan target peserta sebanyak 300 orang, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bersama bagi tenaga kesehatan dari berbagai latar belakang profesi untuk memperluas wawasan dan memperkuat jejaring kolaborasi dalam pelayanan kesehatan.

Melalui Webinar Nasional Sharing Knowledge Session (SKS) 08 Tahun 2026, RSO Soeharso Surakarta menegaskan pentingnya membangun kesamaan visi di antara tenaga kesehatan. Kolaborasi interprofesional diharapkan tidak hanya menjadi bentuk kerja sama dalam pelayanan, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja untuk meningkatkan mutu, keselamatan pasien, serta pengalaman pasien dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Kegiatan ini secara khusus bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi tenaga kesehatan dalam menerapkan kolaborasi interprofesi, sekaligus mendorong kemampuan peserta untuk memahami konsep sinergi tenaga kesehatan, menganalisis perannya terhadap mutu pelayanan, memahami kontribusinya terhadap keselamatan pasien, serta mengimplementasikan pelayanan yang berpusat pada pasien.

Melalui semangat “Merdeka Sehat 2026”, RSO Soeharso Surakarta berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kesehatan serta memperkuat kolaborasi lintas profesi demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan berpusat pada pasien. ***