Padang - RS M. Djamil terus memperkuat peran rumah sakit tidak hanya dalam memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui upaya promotif dan preventif di tengah masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Puskesmas Andalas, Kota Padang pada Selasa, 1 September 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RS M. Djamil bersama Program Studi Penyakit Dalam Program Subspesialis Peminatan Ginjal Hipertensi Fakultas Kedokteran Unand/RS M. Djamil ini menghadirkan Dr. dr. Harnavi Harun, Sp.PD, K-GH, FINASIM sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi kesehatan tentang hipertensi, mulai dari pengertian, faktor risiko, tanda dan gejala, hingga pentingnya pengendalian tekanan darah untuk mencegah terjadinya komplikasi.
Dr. dr. Harnavi Harun, Sp.PD, K-GH, FINASIM menjelaskan hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius karena sering kali tidak menimbulkan keluhan yang khas. Kondisi tersebut menyebabkan seseorang dapat mengalami tekanan darah tinggi tanpa menyadarinya.
“Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena banyak penderita tidak merasakan gejala. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko,” jelas Dr. dr. Harnavi Harun.
Ia menerangkan tekanan darah yang terus berada di atas batas normal dan tidak dikendalikan dapat memberikan dampak terhadap berbagai organ tubuh. “Dalam jangka panjang, hipertensi dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, hingga berbagai komplikasi kesehatan lainnya,” tuturnya.
Menurutnya, pengendalian hipertensi tidak hanya bergantung pada konsumsi obat bagi pasien yang memang telah mendapatkan terapi, tetapi juga perlu didukung perubahan pola hidup. Masyarakat perlu membiasakan diri menerapkan pola makan yang lebih sehat, membatasi konsumsi garam, menjaga berat badan, melakukan aktivitas fisik secara teratur, tidak merokok, serta mengelola stres dengan baik.
“Pengendalian hipertensi harus dilakukan secara menyeluruh. Obat yang diberikan dokter perlu dikonsumsi sesuai anjuran, tetapi gaya hidup juga harus diperbaiki. Jangan sampai tekanan darah sudah terkontrol kemudian pasien menghentikan obat sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pemeriksaan tekanan darah menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang sekaligus menjadi bagian dari upaya deteksi dini.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bagian dari komitmen RS M. Djamil dalam memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, rumah sakit berupaya mendekatkan informasi kesehatan kepada masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi antara tenaga kesehatan dengan masyarakat. Peserta dapat memperoleh penjelasan secara langsung tentang hipertensi serta berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga tekanan darah tetap terkendali. ***