Selasa, 08 September 2026 11:51 WIB

RSAB Harapan Kita Gelar Pelatihan Ekokardiografi Dasar bagi Dokter Spesialis Anak guna Perkuat Deteksi Dini PJB Kritis pada Bayi

Responsive image
Humas - RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta
28

Jakarta - RS Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita menyelenggarakan Praktik Lapangan (Hands-On) Pelatihan Teknik Ekokardiografi Dasar bagi Dokter Spesialis Anak Batch 1, yang berlangsung pada 5–6 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para dokter spesialis anak yang mewakili Rumah Sakit Madya Jejaring Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dari berbagai daerah di Indonesia. Sebelum mengikuti tahap praktik lapangan, para peserta telah melalui serangkaian pembelajaran awal, mulai dari sosialisasi secara daring pada 18 Mei 2026 hingga pendalaman materi teori melalui platform i-ECHO, sehingga mereka telah memiliki bekal pengetahuan yang memadai sebelum memasuki sesi praktik langsung.

Acara ini secara resmi ditutup oleh Direktur Medik dan Keperawatan RSAB Harapan Kita, dr. Endah Citraresmi, Sp.A(K), MARS, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Kesehatan mengenai kewajiban skrining Penyakit Jantung Bawaan (PJB) Kritis pada bayi baru lahir di Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). dr. Endah menjelaskan bahwa PJB Kritis menyumbang angka kematian bayi yang masih tinggi, dan setelah skrining awal menunjukkan hasil positif, diperlukan penegakan diagnosis yang akurat oleh dokter spesialis anak di rumah sakit madya. Dengan pelatihan ini, diharapkan proses diagnosis dapat diselesaikan di tingkat kabupaten atau kota, sehingga pasien yang dirujuk ke rumah sakit utama di provinsi hanyalah mereka yang benar-benar membutuhkan tata laksana lanjutan yang lebih kompleks. Lebih lanjut, beliau menyampaikan komitmen RSAB Harapan Kita beserta tim pengampu untuk mendorong prioritas pemenuhan fasilitas alat ekokardiografi bagi rumah sakit daerah yang dokternya telah menyelesaikan pelatihan ini, guna memastikan keberlanjutan layanan pasca-pelatihan.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta menerima penguatan materi dari Tim Kardiologi RSAB Harapan Kita yang mencakup prinsip dasar ekokardiografi, tampilan baku ekokardiografi pada anak, evaluasi Patent Ductus Arteriosus (PDA), serta penanganan PJB Kritis. Sesi praktik lapangan difokuskan pada penguasaan keterampilan teknis pengambilan citra jantung secara langsung pada pasien anak, meliputi berbagai panduan tampilan penting seperti Subcostal View (Sagital, Coronal, dan Right-Anterior-Oblique View), Apical View (4 chamber dan 5 chamber), Parasternal View (short axis dan long axis), serta Suprasternal View. Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengasah kemampuan praktis mereka dalam menangani pasien secara nyata, yang sangat krusial untuk meningkatkan akurasi diagnosis di lapangan.

Pelatihan ini mendapat respons yang sangat positif dari para peserta yang bertugas di wilayah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Salah satu peserta, dr. Dandan Marthadani, Sp.A, dari RSUD Trikora Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, mengungkapkan bahwa pelatihan ekokardiografi dasar ini sangat membantu para dokter anak di daerah dalam mendeteksi kemungkinan PJB, khususnya PJB kritis pada bayi. Ia menambahkan bahwa selain pemahaman teori dan cara membaca hasil ekokardiografi, sesi praktik langsung kepada pasien anak telah meningkatkan keterampilan teknis mereka secara signifikan, dan ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Kesehatan atas terselenggaranya program ini. Hal serupa juga disampaikan oleh dr. Senja Baiduri, Sp.A, dari RSUD Muda Sedia, Kabupaten Aceh Tamiang, yang menekankan pentingnya pelatihan ini untuk mempercepat tata laksana medis pada bayi baru lahir. Menurutnya, pengetahuan tentang diagnosis PJB kritis sangat dibutuhkan agar pasien dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat, sehingga angka kematian bayi dapat ditekan. Ia juga menyambut baik kabar bahwa rumah sakitnya direncanakan akan menerima bantuan alat ekokardiografi dari Kementerian Kesehatan, yang diharapkan sangat bermanfaat, terutama mengingat RSUD Muda Sedia baru saja pulih dari bencana banjir bandang pada November lalu.

Sebagai bagian dari program pengampuan layanan KIA nasional yang dilaksanakan bersama RSCM dan didukung oleh UKK Kardiologi IDAI, RSAB Harapan Kita berkomitmen untuk terus memperkuat jejaring rujukan berjenjang mulai dari FKTP, rumah sakit madya, rumah sakit utama, hingga rumah sakit paripurna. Pelatihan Praktik Lapangan Teknik Ekokardiografi Dasar ini direncanakan berlangsung dalam lima batch mulai 5 September hingga 1 November 2026, dengan harapan seluruh perwakilan dokter anak dari rumah sakit jejaring KIA di berbagai wilayah Indonesia dapat terjangkau secara menyeluruh. Dengan demikian, akses terhadap layanan diagnosis PJB kritis di tingkat kabupaten dan kota semakin luas, dan kualitas pelayanan kesehatan anak secara merata di seluruh tanah air pun dapat terus ditingkatkan. ***