Padang - Pengalaman memburu dan menangkap pelaku kejahatan di berbagai wilayah Kota Padang dibagikan Kasubnit II Unit VI Satreskrim Polresta Padang, Aiptu David Rico Dermawan, atau yang akrab disapa David Wewe, di hadapan jajaran RS M. Djamil, Jumat, 11 September 2026.
Dengan gaya penyampaian yang santai namun sarat pengalaman di lapangan, David menceritakan bagaimana seorang anggota kepolisian dituntut mampu membaca situasi, beradaptasi dengan lingkungan hingga melakukan penyamaran dalam upaya mengungkap berbagai kasus kejahatan.
Pengalaman tersebut disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) Tindak Pidana Umum di Masyarakat dan Cyber Crime yang digelar RS M. Djamil di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan.
Kegiatan yang menghadirkan aparat kepolisian sebagai narasumber tersebut menjadi bagian dari upaya RS M. Djamil meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan seluruh unsur rumah sakit terhadap berbagai bentuk tindak pidana yang dapat terjadi di tengah masyarakat, termasuk kejahatan yang memanfaatkan teknologi digital.
David mengatakan, tugas kepolisian pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan penindakan terhadap pelaku kejahatan. Kehadiran polisi juga dituntut mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat serta merespons setiap laporan yang disampaikan.
"Kita berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat ketika dibutuhkan, termasuk saat masyarakat melaporkan adanya gangguan keamanan kepada kami, Tim Klewang Polresta Padang," kata David.
Menurut David, dalam menjalankan tugas di lapangan, dirinya bersama tim harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan berbagai kondisi. Tidak jarang, proses pengungkapan kasus membutuhkan pendekatan tertentu, termasuk melakukan penyamaran untuk mendekati pelaku dan memperoleh informasi yang dibutuhkan.
"Tidak jarang, dalam proses pengungkapan kasus kami harus melakukan penyamaran agar dapat mendekati pelaku dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan," ujarnya.
Bagi David, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan. Tantangan yang dihadapi aparat di lapangan tidak selalu sama sehingga diperlukan keberanian, ketelitian, kemampuan berkomunikasi serta kepekaan terhadap kondisi lingkungan.
Namun, di tengah upaya penegakan hukum tersebut, David menekankan pentingnya pendekatan yang humanis. Menurutnya, masyarakat bukan hanya objek dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga merupakan mitra yang memiliki peran penting dalam menciptakan keamanan.
Ia mengajak masyarakat untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Sikap saling mengenal, saling menghormati dan saling membantu menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman.
"Kita bertindak secara humanis, mengajak untuk saling menghormati terhadap lingkungan, saling membantu dan bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, David juga memberikan penekanan khusus terhadap bahaya narkoba dan judi online. Ia mengingatkan seluruh jajaran RS M. Djamil beserta keluarga untuk tidak mencoba, menggunakan maupun terlibat dalam aktivitas yang berkaitan dengan narkoba dan judi online.
David menegaskan, keterlibatan dalam narkoba maupun judi online dapat merusak diri sendiri, keluarga dan lingkungan, serta berpotensi membawa seseorang berhadapan dengan persoalan hukum. "Jangan coba-coba dengan narkoba dan judi online. Kalau sudah terlibat dan ditemukan unsur pidananya, tentu akan kami tindak. Tim Klewang tidak akan membiarkan hal tersebut," tegas David.
Ia menekankan masyarakat tidak perlu menunggu sampai terjadi persoalan besar untuk mengambil tindakan. Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga. "Kita mengimbau, jangan sampai terlibat narkoba maupun judi online. Karena kalau sudah terlibat, ada konsekuensi hukum. Tim Klewang akan menindak setiap pelanggaran yang ditemukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.
Selain narkoba dan judi online, David juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap putra-putri mereka, khususnya dalam penggunaan gawai dan media sosial. "Awasi putra-putri kita. Jangan hanya melihat aktivitas mereka di dunia nyata, tetapi juga perhatikan aktivitas mereka di dunia digital. Jangan sampai mereka menjadi korban ataupun terlibat dalam cyber crime," kata David.
Ia mengajak orang tua membangun komunikasi yang terbuka dengan anak serta memberikan pemahaman mengenai keamanan digital. βAnak perlu dibekali pengetahuan agar tidak mudah memberikan data pribadi, membuka tautan mencurigakan, maupun berinteraksi sembarangan dengan orang yang tidak dikenal di dunia maya,β tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, memaparkan Penguatan Keamanan dan Penataan Lingkungan RS M. Djamil sebagai bagian dari komitmen rumah sakit dalam menciptakan lingkungan pelayanan yang aman, tertib, nyaman dan kondusif bagi pasien, keluarga pasien maupun seluruh pegawai.
Dovy menjelaskan, penguatan keamanan tidak hanya berkaitan dengan keberadaan petugas keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur rumah sakit. Penataan lingkungan, pengawasan terhadap aktivitas di area rumah sakit, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku serta kepedulian setiap pegawai menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menciptakan sistem keamanan yang baik.
"Keamanan rumah sakit adalah tanggung jawab kita bersama. Tidak hanya security, tetapi seluruh pegawai harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kalau ada sesuatu yang mencurigakan, jangan dibiarkan dan jangan dianggap bukan urusan kita," ujar Dovy.
Menurutnya, sebagai rumah sakit rujukan dan fasilitas pelayanan publik, RS M. Djamil memiliki aktivitas yang sangat dinamis dengan interaksi masyarakat yang tinggi. Kondisi tersebut membutuhkan sistem keamanan yang terus diperkuat sekaligus penataan lingkungan yang mampu mendukung kelancaran pelayanan.
"Penataan lingkungan bukan hanya soal terlihat rapi, tetapi juga bagaimana lingkungan tersebut aman, tertib dan mendukung pelayanan. Karena itu, kita harus bersama-sama menjaga area kerja, memperhatikan akses keluar-masuk, serta melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan," katanya.
Ia menambahkan, keamanan tidak dapat dibebankan hanya kepada petugas keamanan maupun aparat penegak hukum. Seluruh pegawai memiliki peran masing-masing sesuai tugas dan tanggung jawabnya. "Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga lingkungan. Setiap orang memiliki peran. Mari bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing, saling menghormati dan saling membantu," tukasnya. ***