RSOMH Dorong Penguatan Kinerja melalui Tiga Inovasi dalam Desk Inovasi Tahun 2026
Bukittinggi - Rumah Sakit Otak DR. Drs. Mohammad Hatta (RSOMH) Bukittinggi terus mendorong pengembangan inovasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola dan kinerja organisasi. Hal tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan RSOMH dalam Desk Inovasi Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Senin, 28 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, RSOMH mengusulkan tiga inovasi, yaitu Si JATAM, PASTI SET, dan LENTERA. Ketiga inovasi tersebut dikembangkan dari kebutuhan nyata dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan di lingkungan RSOMH serta diarahkan untuk mendukung penguatan kinerja dan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Si JATAM (Sistem Informasi Tindak Lanjut Agenda Pimpinan). Inovasi ini hadir untuk mendukung pengelolaan agenda pimpinan agar lebih terstruktur, terdokumentasi, dan mudah dipantau. Melalui Si JATAM ini agenda dan hasil rapat pimpinan dapat terdokumentasi secara sistematis sehingga memudahkan pihak terkait dalam mengakses informasi yang diperlukan. Tidak hanya menyimpan dokumentasi, Si JATAM juga memungkinkan pemantauan terhadap tindak lanjut hasil rapat pimpinan, sehingga pelaksanaan agenda dapat dievaluasi secara lebih terukur.
Selain Si JATAM, RSOMH juga mengusulkan PASTI SET (Instrumen Bedah) yang dikembangkan untuk mendukung perencanaan dan pengukuran kinerja dalam memastikan kesiapan instrumen tindakan bedah. Sementara itu, LENTERA (Layanan Edukasi dan Navigasi Informasi Pendaftaran Online Pasien) dikembangkan untuk memberikan edukasi dan membantu mengidentifikasi berbagai kendala pasien dalam proses pendaftaran dan pelayanan secara digital, yang kemudian dilanjutkan dengan arahan dan pendampingan terhadap solusi kendala yang dihadapi.
Keikutsertaan dalam Desk Inovasi Tahun 2026 menjadi bagian dari komitmen RSOMH untuk terus menghadirkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan, memberikan manfaat nyata, serta mendukung peningkatan kualitas tata kelola dan kinerja organisasi. Melalui pengembangan berbagai inovasi ini, RSOMH berharap budaya inovasi dapat terus tumbuh di lingkungan rumah sakit dan menjadi bagian dari upaya memberikan pelayanan yang semakin efektif, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. ***