Sinergi RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo dan Kemenag Kota Makassar Hadirkan Layanan Bimbingan Rohani Bagi Pasien hingga Tenaga Medis
Makassar - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar resmi menjalin kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar terkait Pelayanan Bimbingan Rohani. Langkah ini diambil untuk menguatkan kesehatan mental dan spiritual pasien rawat inap serta tenaga medis yang dihadapkan pada tekanan kerja yang tinggi.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut berlangsung di Ruang Rapat Lt. 5 Gedung Private Care Center RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Rabu, 21 Oktober 2026.
Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Annas Ahmad, Sp.B, FICS, menyampaikan bahwa sebagai rumah sakit rujukan utama di Indonesia bagian timur, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo menangani ribuan pasien setiap harinya dengan tingkat keparahan penyakit yang relatif tinggi. Saat ini, rumah sakit melayani sekitar 800 pasien rawat inap dan lebih dari 1.500 pasien rawat jalan per hari.
"RSUP Wahidin merupakan tempat pengharapan dan kepercayaan masyarakat. Pasien yang datang membawa harapan untuk sembuh. Beban spiritual dan emosional tidak hanya dialami oleh pasien atau keluarga yang mendampingi, tetapi juga para tenaga medis yang bertugas setiap hari," ujar Annas dalam sambutannya.
Menurut dokter Annas, layanan bimbingan rohani ini dihadirkan lintas agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu) sesuai standar akreditasi perumahsakitan. Pendampingan rohani diprioritaskan bagi pasien yang membutuhkan bantuan spiritual, khususnya pasien rujukan dari luar daerah seperti Kendari, Maluku, hingga Papua yang tidak memiliki keluarga pendamping di Makassar.
Tak hanya bagi pasien, program ini juga diarahkan untuk menjaga kebugaran rohani para pegawai rumah sakit. "Secara fisik pegawai mungkin sehat, tetapi secara mental dan rohani perlu 'disiram' agar tidak mengalami kelelahan mental (burnout). Ini sejalan dengan kebijakan kementerian untuk memastikan kesehatan fisik dan mental Nakes tetap terjaga," tambahnya.
Ia menegaskan, kerja sama ini tidak berhenti pada seremoni penandatanganan semata, melainkan langsung ditindaklanjuti dengan penyediaan daftar kontak pembimbing rohani lintas agama yang siap siaga. Ke depan, kolaborasi ini juga berpeluang dikembangkan ke program kemanusiaan lain, seperti kegiatan donor darah dan bakti sosial kesehatan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Dr. H. Muhammad, S.Ag., M.Ag., menyambut positif kemitraan ini. Pihaknya menyatakan siap menerjunkan para penyuluh agama profesional lintas agama untuk mendukung pelayanan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo.
"Di rumah sakit Wahidin ada dokter spesialis fisik, sedangkan di Kementerian Agama kami menyiapkan 'spesialis' rohani. Para penyuluh kami lintas agama siap dilibatkan 24 jam untuk mendampingi masyarakat yang membutuhkan," tegas Muhammad.
Muhammad menambahkan, kolaborasi ini merupakan ikhtiar nyata yang melampaui gugus tugas administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan keagamaan dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif.
Melalui PKS ini, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Kemenag Kota Makassar berharap dapat menciptakan ekosistem penyembuhan yang holistik—menyentuh aspek medis sekaligus memberikan ketenangan spiritual bagi pasien dan tenaga kesehatan.***