Wujudkan Pemerataan Layanan Jantung Anak di Daerah RSAB Harapan Kita Sukses Selenggarakan Pelatihan Ekokardiografi Dasar Batch 4
Jakarta – RS Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses skrining Penyakit Jantung Bawaan (PJB) Kritis di Indonesia melalui penyelenggaraan Praktik Lapangan (Hands-On) Pelatihan Teknik Ekokardiografi Dasar bagi Dokter Spesialis Anak Batch 4. Kegiatan yang merupakan bagian dari program nasional pengampuan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) ini sukses diselenggarakan pada 17–18 Oktober 2026.
Rangkaian pelatihan ini diikuti oleh para dokter spesialis anak perwakilan dari Rumah Sakit Madya Jejaring KIA dari berbagai daerah di Indonesia. Sebelum mengikuti sesi praktik lapangan secara intensif, para peserta telah melewati tahap pembelajaran teori dan sosialisasi daring. Pelatihan ini dirancang untuk memastikan setiap kabupaten/kota memiliki fasilitas dan tenaga medis yang handal dalam mendeteksi kelainan jantung bawaan secara dini.
Rangkaian pelatihan Batch 4 ini resmi ditutup oleh Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr. Reni Wigati, Sp.A., Subsp.E.T.I.A.(K). Dalam arahannya, dr. Reni menyoroti tantangan operasional di rumah sakit daerah yang umumnya memiliki keterbatasan jumlah dokter spesialis anak dibandingkan fasilitas kesehatan di kota besar. Oleh karena itu, penguatan kompetensi penanganan lini pertama menjadi sangat krusial.
"Karena insyaallah sebenarnya tujuan dari pelatihan ini untuk membuat akses skrining penyakit jantung bawaan menjadi ada di seluruh wilayah Indonesia. Karena setiap bayi yang lahir di Indonesia harus punya hak akses pelayanan yang sama di mana pun ia lahir. Janganlah kita hanya sibuk melengkapi akses pelayanan untuk bayi-bayi yang lahir di kota besar, tapi semua yang lahir di manapun dia punya hak akses pelayanan yang sama bila ia membutuhkan."
Dalam kesempatan yang sama, dr. Reni menyampaikan apresiasi kepada para peserta sekaligus membagikan kabar baik terkait dukungan dari Kementerian Kesehatan yang merencanakan pendistribusian alat penunjang pengampuan KIA—termasuk perangkat ekokardiografi dan probe neonatus—ke rumah sakit jejaring di akhir tahun bagi fasilitas yang dokternya telah menyelesaikan pelatihan.
RSAB Harapan Kita juga berkomitmen untuk tidak melepaskan para alumni begitu saja setelah kembali ke daerah. Melalui jejaring komunikasi dan konsultasi klinis (tele-mentoring), proses asah keterampilan, evaluasi penanganan kasus, serta pemeliharaan learning curve para dokter di daerah akan terus didampingi secara berkesinambungan.
Dengan rampungnya Batch 4 ini, RSAB Harapan Kita berharap para dokter spesialis anak di rumah sakit jejaring dapat menjadi garda terdepan dalam deteksi dini serta penentuan alur rujukan cepat (fast track) kasus PJB kritis di wilayah masing-masing, sehingga angka kesakitan dan kematian bayi baru lahir di Indonesia dapat terus ditekan secara signifikan. ***