Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Kamis, 22 Oktober 2026 11:58 WIB

Di Tengah Penantian RS M Djamil Kuatkan Hati Keluarga Pasien ICU

Di Tengah Penantian RS M Djamil Kuatkan Hati Keluarga Pasien ICU
Humas - RSUP dr. Djamil Padang 25 kali dilihat

Padang - RS M. Djamil terus berupaya menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan spiritual dan emosional pasien beserta keluarga. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi rohani bagi keluarga pasien yang digelar di ruang tunggu ICU lantai 2 Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RS M. Djamil menghadirkan rohaniawan Zainul Wahab. Edukasi rohani tersebut menjadi ruang bagi keluarga pasien untuk memperoleh penguatan batin, menenangkan pikiran, serta menumbuhkan harapan ketika mendampingi anggota keluarga yang sedang menjalani perawatan intensif.

Berada di ruang tunggu ICU bukanlah pengalaman yang mudah bagi keluarga pasien. Ketidakpastian tentang kondisi kesehatan orang terkasih, waktu menunggu yang tidak menentu, serta kekhawatiran terhadap perkembangan pengobatan kerap menghadirkan tekanan emosional tersendiri. Dalam situasi seperti ini, keluarga tidak hanya membutuhkan informasi tentang kondisi medis pasien, tetapi juga dukungan psikologis dan spiritual agar mampu menjalani proses pendampingan dengan lebih tenang.

Melalui edukasi rohani ini, RS M. Djamil berupaya memberikan perhatian terhadap sisi kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan. Keluarga pasien diajak untuk melihat bahwa di tengah situasi sulit, ketenangan hati, doa, kesabaran, dan keyakinan dapat menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai kemungkinan.

Rohaniawan Zainul Wahab menyampaikan menghadapi anggota keluarga yang sedang sakit, terlebih ketika menjalani perawatan intensif, membutuhkan kesabaran dan keteguhan hati. Dalam keadaan tersebut, keluarga diharapkan mampu menjaga ketenangan, memperkuat doa, serta menyerahkan hal-hal yang berada di luar kendali manusia kepada Allah SWT.

“Ketika anggota keluarga sedang sakit, kita perlu menguatkan hati dan menjaga kesabaran. Ikhtiar melalui pengobatan harus terus dilakukan, sementara doa dan tawakal menjadi bagian penting untuk membantu kita menghadapi keadaan dengan lebih tenang. Jangan sampai kekhawatiran membuat kita kehilangan harapan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan mendampingi orang yang sedang sakit merupakan bentuk kepedulian dan kasih sayang yang memiliki nilai penting. “Kehadiran keluarga, perhatian yang diberikan, serta dukungan moral dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk memberikan kenyamanan kepada pasien selama menjalani perawatan,” tuturnya.

Menurutnya, keluarga perlu menjaga keseimbangan antara harapan dan penerimaan terhadap keadaan. Setiap proses penyembuhan membutuhkan waktu, dan setiap pasien memiliki kondisi serta perjalanan medis yang berbeda. Karena itu, keluarga diharapkan tidak mudah larut dalam kecemasan, melainkan tetap berusaha memberikan dukungan terbaik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

“Yang perlu kita lakukan adalah terus berikhtiar, mendampingi dengan penuh kasih sayang, dan memberikan kepercayaan kepada tenaga kesehatan yang merawat. Kita tidak selalu bisa menentukan hasil dari setiap usaha, tetapi kita bisa memilih untuk tetap sabar, berdoa, dan memberikan dukungan terbaik bagi orang yang kita cintai,” tambahnya.

Edukasi rohani ini juga menjadi pengingat bahwa kesehatan tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi fisik. Dalam proses menghadapi penyakit, ketenangan batin dan dukungan dari lingkungan terdekat turut menjadi bagian penting dari pengalaman pasien dan keluarga. “Meski tidak menggantikan penanganan medis maupun dukungan psikologis profesional, pendampingan spiritual dapat membantu keluarga menemukan makna, kekuatan, dan keteguhan dalam menghadapi masa-masa penuh tantangan,” tuturnya.

Bagi keluarga yang menunggu di ruang perawatan intensif, waktu dapat terasa berjalan lebih lambat. Setiap informasi dari petugas kesehatan menjadi sesuatu yang dinantikan, sementara pikiran kerap dipenuhi berbagai pertanyaan mengenai kondisi orang terkasih. “Oleh karena itu, kehadiran kegiatan edukasi rohani di lingkungan rumah sakit diharapkan dapat menjadi ruang untuk sejenak menenangkan diri, merefleksikan keadaan, dan memperkuat kesiapan emosional dalam mendampingi pasien,” sebut Zainul. ***