Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Rabu, 28 Oktober 2026 11:13 WIB

RS M Djamil Peringati Hari Sumpah Pemuda ke 98 dengan Semangat Patriotik dan Empati

RS M Djamil Peringati Hari Sumpah Pemuda ke 98 dengan Semangat Patriotik dan Empati
Humas - RSUP dr. Djamil Padang 18 kali dilihat

Padang - RS M. Djamil terus menumbuhkan semangat nasionalisme, pengabdian, dan kepedulian dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Semangat tersebut tercermin dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang digelar di pelataran parkir Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan RS M. Djamil pada Rabu, 28 Oktober 2026. Upacara berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh jajaran direksi serta pegawai rumah sakit Kementerian Kesehatan tersebut.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, yang mengangkat tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh perkembangan teknologi, pembangunan infrastruktur, maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas karakter, semangat perjuangan, dan kepedulian sosial generasi penerus bangsa. Nilai-nilai tersebut perlu terus ditanamkan dan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam amanat yang dibacakannya, Dovy menyampaikan pembangunan Indonesia yang maju harus dimulai dari manusia yang memiliki karakter kuat, kecintaan terhadap tanah air, semangat pantang menyerah, serta kepedulian terhadap sesama.

“Kita ingin membangun Indonesia yang maju. Tetapi kemajuan bukan hanya tentang gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang semakin canggih, atau kekayaan yang berlimpah. Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama,” demikian amanat Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan Dovy.

Ia melanjutkan, generasi masa depan Indonesia harus mampu menginternalisasi tiga nilai utama, yakni patriotik, gigih, dan berempati. Ketiganya bukan sekadar slogan, melainkan prinsip yang perlu diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Sikap patriotik, menurut amanat tersebut, tidak cukup ditunjukkan melalui ungkapan cinta tanah air, tetapi harus dibuktikan dengan pengabdian dan tindakan nyata. Sementara itu, kegigihan menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan, bangkit dari kegagalan, serta terus berjuang memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Di sisi lain, empati merupakan landasan penting agar setiap keberhasilan tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan dan kesulitan orang lain. Kepedulian tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan sejahtera.

“Patriotik yang mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pengabdian dan tindakan nyata. Gigih yang tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan, tidak runtuh ketika mengalami kegagalan, dan tidak berhenti berjuang sebelum memberikan yang terbaik bagi bangsa. Dan berempati yang tidak hanya memikirkan keberhasilan dirinya sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan saudaranya,” lanjut amanat tersebut.

Pesan ini menjadi relevan bagi seluruh elemen bangsa, termasuk tenaga kesehatan yang setiap hari menjalankan tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam dunia kesehatan, patriotisme dapat diwujudkan melalui dedikasi dalam menjalankan profesi, kegigihan dalam meningkatkan mutu pelayanan, serta empati dalam memahami kondisi dan kebutuhan pasien.

Dovy menegaskan nilai-nilai tersebut perlu menjadi bagian dari budaya kerja di RS M. Djamil. “Sebagai rumah sakit Kementerian Kesehatan, RS M. Djamil memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Semangat patriotik bagi insan RS M. Djamil diwujudkan melalui komitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang pasien. Setiap tugas dan tanggung jawab yang dijalankan merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa, sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional.

Sementara itu, nilai kegigihan tercermin dari upaya seluruh jajaran rumah sakit untuk terus meningkatkan kompetensi, memperbaiki proses pelayanan, mengembangkan inovasi, serta menghadapi berbagai tantangan dalam penyelenggaraan layanan kesehatan. Perubahan dan perkembangan dunia kesehatan menuntut setiap insan rumah sakit untuk terus belajar, beradaptasi, dan menjaga profesionalisme.

Adapun empati menjadi nilai mendasar yang harus hadir dalam setiap interaksi dengan pasien dan keluarga. Pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis, pemeriksaan, maupun pengobatan, tetapi juga menyangkut kemampuan untuk mendengarkan, memahami kecemasan, menghargai martabat, dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan pertolongan.

Menurutnya, pelayanan yang berkualitas harus berjalan seiring dengan pendekatan yang humanis. Pasien tidak semata-mata dipandang sebagai penerima layanan, tetapi sebagai individu yang memiliki kebutuhan fisik, psikologis, sosial, dan emosional. Karena itu, sikap ramah, komunikasi yang baik, serta kepedulian terhadap kondisi pasien menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.

Dalam amanat tersebut juga ditekankan bahwa patriotisme, kegigihan, dan empati harus berjalan beriringan. Ketiganya merupakan nilai yang saling melengkapi dalam membentuk manusia yang tangguh sekaligus memiliki kepekaan sosial.

“Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga.

Pesan tersebut mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari capaian fisik, kemajuan teknologi, maupun berbagai prestasi yang diraih. Lebih dari itu, kemajuan harus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan manusia dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Bagi RS M. Djamil, prinsip tersebut sejalan dengan pentingnya membangun lingkungan kerja yang menjunjung tinggi integritas, kolaborasi, profesionalisme, dan budaya melayani. Seluruh pegawai, baik tenaga medis, tenaga kesehatan, maupun tenaga pendukung lainnya, memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan rumah sakit berjalan secara optimal.

Setiap profesi memiliki kontribusi yang saling berkaitan. Keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh satu individu atau satu unit kerja, melainkan oleh kerja sama seluruh unsur rumah sakit yang bergerak dengan tujuan yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.

Karena itu, momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali komitmen bersama dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Semangat persatuan yang menjadi landasan lahirnya Sumpah Pemuda perlu terus dihidupkan dalam lingkungan kerja, terutama melalui kolaborasi, saling menghargai, dan kesediaan untuk bekerja bersama demi kepentingan yang lebih besar.

Dovy juga membacakan pesan yang mengajak generasi muda Indonesia untuk terus memiliki cita-cita tinggi, bekerja keras, dan menjaga keseimbangan antara ketangguhan serta kelembutan hati.

“Bermimpilah setinggi langit. Bekerjalah sekeras mungkin. Jadilah manusia yang kuat, tetapi jangan kehilangan kelembutan hati. Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani. Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya,” demikian amanat tersebut. ***