RS M Djamil Lakukan Penyegaran Organisasi untuk Tingkatkan Mutu Pelayanan
Padang - RS M. Djamil terus melakukan pembenahan internal melalui penyegaran organisasi guna memperkuat tata kelola, meningkatkan efektivitas koordinasi, serta menjaga mutu pelayanan kesehatan yang aman dan profesional. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam memastikan setiap unit kerja memiliki kepemimpinan yang mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab secara optimal, sejalan dengan tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, didampingi Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada jajaran Instalasi Bedah Sentral (IBS) dan Instalasi Rawat Inap, di Ruang Rapat Direksi RS M. Djamil, pada Rabu, 28 Oktober 2026
Penyegaran organisasi ini mencakup di lingkungan Instalasi Bedah Sentral yakni Ns. Lilis Suryano, S.Kep., menerima amanah sebagai Sekretaris IBS, Ns. Sri Dewi Fitria, S.Kep., sebagai Penanggung Jawab Logistik IBS, Ns. Vielda Riyena, S.Kep., M.Kep., sebagai Kepala Ruangan IBS, serta Ns. Fadliyati, S.Kep., sebagai Kepala Ruangan PACU dan Anestesi. Sementara itu, pada Instalasi Rawat Inap, Ns. Tissa Englidya, S.Kep., menerima amanah sebagai Kepala Ruangan Dahlia dan Anyelir.
Penyerahan SK tersebut bukan sekadar penyesuaian struktur dan pembagian tanggung jawab, melainkan bagian dari upaya manajemen dalam memperkuat fungsi koordinasi, meningkatkan akuntabilitas, serta mendorong budaya kerja yang lebih efektif dan berorientasi pada hasil. Melalui penugasan ini, setiap personel diharapkan mampu menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit.
“Selamat kepada seluruh personel yang menerima amanah baru. Saya berharap kepercayaan ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab, integritas, dan komitmen terhadap peningkatan mutu pelayanan. Amanah yang diberikan bukan hanya tentang jabatan, tetapi bagaimana kita mampu memberikan kontribusi nyata, menjadi teladan bagi tim, dan bersama-sama membawa RS M. Djamil menjadi rumah sakit yang semakin baik,” kata Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.
Ia menegaskan, penyegaran organisasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus dimaknai sebagai peluang untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan kinerja. “Setiap pejabat maupun penanggung jawab unit diharapkan mampu memahami tugas dan fungsi masing-masing, membangun komunikasi yang efektif, serta menciptakan suasana kerja yang mendukung kolaborasi antarprofesi,” ucapnya.
Menurutnya, rumah sakit merupakan organisasi dengan sistem pelayanan yang saling terhubung. Keberhasilan satu unit tidak dapat dipisahkan dari kinerja unit lainnya. “Karena itu, diperlukan kepemimpinan yang mampu mengoordinasikan berbagai sumber daya, menyelesaikan persoalan secara tepat, serta memastikan setiap proses pelayanan berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” tegas Dirut.
Secara khusus, Direktur Utama menyoroti pentingnya peran Instalasi Bedah Sentral sebagai salah satu unit strategis dalam penyelenggaraan pelayanan rumah sakit. Instalasi ini memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pelaksanaan tindakan pembedahan yang membutuhkan ketepatan, kesiapan, koordinasi, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan pasien.
“Instalasi Bedah Sentral merupakan salah satu unit yang sangat penting dalam pelayanan rumah sakit. Setiap tindakan pembedahan membutuhkan persiapan yang matang, koordinasi yang kuat, serta kerja sama yang baik antara seluruh tenaga kesehatan yang terlibat. Karena itu, saya berharap seluruh jajaran IBS dapat terus meningkatkan disiplin, menjaga standar pelayanan, dan menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama dalam setiap tahapan pelayanan,” ungkapnya.
Ia menekankan setiap personel perlu membangun budaya kerja yang mengutamakan keselamatan, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur, serta kemampuan mengidentifikasi potensi risiko sejak dini. Evaluasi berkala terhadap pelaksanaan pelayanan juga penting dilakukan untuk mengetahui kendala yang dihadapi sekaligus merumuskan langkah perbaikan yang diperlukan.
“Jangan pernah menganggap hal-hal kecil dalam pelayanan sebagai sesuatu yang tidak penting. Kesiapan alat, ketepatan dokumentasi, komunikasi antarpetugas, dan kepatuhan terhadap prosedur merupakan bagian dari sistem keselamatan pasien. Semua harus dijalankan dengan konsisten dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Di sisi lain, penyegaran organisasi pada Instalasi Rawat Inap melalui penugasan Ns. Tissa Englidya, S.Kep., sebagai Kepala Ruangan Dahlia dan Anyelir juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan keperawatan dan koordinasi di ruang perawatan. “Instalasi Rawat Inap memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan berkesinambungan kepada pasien selama menjalani perawatan di rumah sakit,” sebutnya.
Direktur Utama turut mengingatkan peningkatan mutu rumah sakit merupakan tanggung jawab seluruh unsur organisasi. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan manajemen, tetapi juga oleh konsistensi setiap individu dalam melaksanakan tugas sesuai standar dan komitmen bersama. Oleh karena itu, setiap personel perlu memiliki kesadaran bahwa kualitas pelayanan dibangun melalui kerja nyata, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus melakukan perbaikan.
“Harapan kita, seluruh jajaran dapat bekerja dengan semangat yang sama, saling mendukung, dan tidak berhenti melakukan evaluasi. Jika ada kendala, komunikasikan dan cari solusinya bersama. Kita harus memastikan bahwa setiap kebijakan dan setiap penugasan pada akhirnya memberikan manfaat bagi organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan yang diterima pasien,” tukasnya. ***