Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Rabu, 28 Oktober 2026 12:35 WIB

RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Ditunjuk Jadi Pilot Project Biosafety dan Biosecurity Laboratorium Medis

RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Ditunjuk Jadi Pilot Project Biosafety dan Biosecurity Laboratorium Medis
KML - RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar 17 kali dilihat

 

Makassar - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) sebagai salah satu lokasi percontohan (pilot project) implementasi Pedoman Biosafety dan Biosecurity Laboratorium Medis.

Penunjukan tersebut ditandai dengan pembukaan kegiatan pendampingan yang dibuka langsung oleh Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dr. dr. Nu'man AS Daud, Sp.PD, K-GEH, FINASIM, di Ruang Rapat Lt 5 Gedung PCC RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Rabu 28 Oktober 2026.

Dalam sambutannya, dr. Nu'man menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kemenkes atas kepercayaan yang diberikan kepada RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Menurutnya, penetapan ini menjadi bentuk pengakuan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh jajaran rumah sakit.

"Penerapan biosafety dan biosecurity di laboratorium medis/klinis sudah tidak bisa lagi ditawar-tawar. Ini adalah hal mutlak yang harus dijalankan tanpa bergantung pada pemenuhan standar akreditasi semata," tegas dr. Nu'man.

Ia menambahkan bahwa penunjukan ini tidak lepas dari kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta fasilitas penunjang yang dimiliki oleh rumah sakit. Ke depan, penerapan draf pedoman ini diharapkan melahirkan sistem tata kelola laboratorium klinik yang terstandar sesuai petunjuk teknis (guidelines) nasional maupun internasional.

Kegiatan ini mencakup koordinasi internal, telusur dokumen manajemen, hingga observasi fasilitas fisik laboratorium (telusur fasilitas).

"Kita tidak boleh berhenti hanya pada tahap penerimaan materi di kelas. Karena status kita adalah pilot project, harus ada aksi dan implementasi konkret di lapangan demi menjamin keselamatan petugas dan perlindungan bagi pasien," lanjut dr. Nu'man.

Sementara, Ketua Tim Kerja Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Klinik Utama dan Laboratorium Medis Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan, dr. Natalie Laurencia, M.Sc dalam paparannya mengatakan bahwa RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo terpilih bersama sembilan fasilitas pelayanan kesehatan dan laboratorium medis lainnya di Indonesia.

“Kegiatan pilot project nasional ini dilaksanakan secara bertahap sepanjang akhir Oktober hingga pertengahan November 2026 di 10 kota, melingkupi rumah sakit rujukan utama dan laboratorium klinik swasta, seperti RSUP Dr. Kariadi Semarang, RSUP R.D. Kandou Manado, RSUP M. Djamil Padang, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Laboratorium Genomika Banten,Laboratorium Genika Kelapa Gading DKI Jakarta, Laboratorium Pramita Kota Pontianak, Laboratorium Tirta Medika Center Kota Balikpapan serta Laboratorium Kimia Farma Kota Ambon” ungkap dr. Natalie.

Ia menambahkan program pendampingan nasional ini turut mendapat dukungan fasilitasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kegiatan pendampingan dan workshop ini dihadiri oleh perwakilan Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI, antara lain dr. Natalie Laurencia, M.Sc, dr. Dovi Hakiki Syahbuddin, M.H, serta pakar dan spesialis kedokteran terkait, seperti Dr. dr. Yuyun Widaningsih, M.Kes, Sp.PK, Subsp.N.R(K) dan Kepala Instalasi Laboratorium RSUP Wahidin, dr. Darwati Muhadi, Sp.PK.

Dalam pelaksanaannya, tim Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Kesehatan Kota Makassar mendampingi proses evaluasi yang terbagi dalam kelompok Manajemen dan kelompok Teknis.

Acara pembukaan yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ini berlangsung hangat. Sebagai wujud semangat kolaborasi, dr. Nu'man menutup sambutannya dengan membawakan beberapa bait pantun bertemakan sinergi dan keselamatan kerja laboratorium. "Burung merpati terbang di taman, Hinggap sebentar di pohon jati. Biosafety menjamin keselamatan, Petugas terlindungi, pasien dihormati."

Setelah pembukaan resmi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh jajaran direksi, narasumber dan peserta sebelum memasuki agenda utama telusur dokumen dan peninjauan fasilitas laboratorium.***