Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Minggu, 01 November 2026 07:42 WIB

RS M Djamil Dorong Transformasi Pelayanan Kesehatan Melalui Webinar Nasional Djamil Research Connect 1

RS M Djamil Dorong Transformasi Pelayanan Kesehatan Melalui Webinar Nasional Djamil Research Connect 1
Humas - RSUP dr. Djamil Padang 16 kali dilihat

Padang - RS M. Djamil terus mendorong penguatan budaya penelitian, inovasi, dan penerapan praktik pelayanan kesehatan berbasis bukti ilmiah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Webinar Nasional Djamil Research Connect 1 bertajuk “Connecting Research, Innovation, and Evidence-Based Practice for Better Healthcare” pada Minggu, 1 Oktober 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 RS M. Djamil.

Webinar nasional ini menjadi salah satu upaya RS M. Djamil dalam membangun ekosistem pembelajaran dan penelitian yang berkelanjutan di lingkungan rumah sakit. Melalui kegiatan tersebut, para tenaga medis, tenaga kesehatan, serta insan rumah sakit diharapkan dapat memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, sekaligus mengembangkan kemampuan dalam mengintegrasikan hasil penelitian ke dalam praktik pelayanan sehari-hari.

Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, dalam sambutannya menyampaikan tantangan pelayanan kesehatan saat ini semakin kompleks. Perkembangan ilmu pengetahuan, transformasi digital, perubahan pola penyakit, meningkatnya kebutuhan masyarakat, serta tuntutan terhadap mutu dan keselamatan pasien mengharuskan seluruh insan rumah sakit untuk terus belajar, beradaptasi, dan melakukan inovasi.

“Kita menyadari bahwa tantangan pelayanan kesehatan saat ini semakin kompleks. Perkembangan ilmu pengetahuan, transformasi digital, perubahan pola penyakit, meningkatnya kebutuhan masyarakat, serta tuntutan terhadap mutu dan keselamatan pasien mengharuskan kita untuk terus belajar, beradaptasi, dan melakukan inovasi,” ungkapnya.

Ia menegaskan peningkatan kompetensi sumber daya manusia tidak boleh berhenti. Setiap tenaga medis, tenaga kesehatan, maupun tenaga pendukung lainnya harus memiliki semangat untuk senantiasa memperbarui pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta mengembangkan profesionalisme sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

Menurutnya, penguatan kompetensi tersebut perlu berjalan beriringan dengan pengembangan penelitian dan inovasi. RS M. Djamil memberikan perhatian khusus terhadap kedua aspek tersebut melalui kegiatan Djamil Research Connect dan Research Class. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya rumah sakit dalam menjalankan perannya sebagai rumah sakit pendidikan sekaligus pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.

“Kita ingin mendorong agar hasil penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat diterapkan dalam praktik pelayanan melalui pendekatan evidence-based practice sehingga memberikan manfaat nyata bagi pasien,” tuturnya.

Dovy menekankan keberhasilan sebuah rumah sakit tidak semata-mata diukur dari kelengkapan fasilitas, kecanggihan teknologi, maupun banyaknya layanan yang dimiliki. Kualitas sumber daya manusia, kemampuan berkolaborasi, penerapan budaya keselamatan, serta kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan juga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan sebuah institusi pelayanan kesehatan.

Karena itu, ia mengajak seluruh insan RS M. Djamil untuk bersama-sama membangun budaya belajar sepanjang hayat (lifelong learning), budaya kerja kolaboratif, serta budaya inovasi. Kegiatan ilmiah seperti Djamil Research Connect diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengalaman, membangun jejaring profesional, dan menghasilkan solusi atas berbagai tantangan dalam pelayanan kesehatan.

“Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan membawa pulang ilmu serta pengalaman yang diperoleh untuk diimplementasikan di unit kerja masing-masing. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat selama webinar berlangsung, tetapi juga menghasilkan perubahan positif dalam praktik pelayanan di rumah sakit,” ajaknya.

Sementara itu, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menyampaikan rangkaian kegiatan pengembangan sumber daya manusia yang dilaksanakan rumah sakit dirancang sebagai wadah pembelajaran, pertukaran ilmu dan pengalaman, pengembangan profesionalisme, serta penguatan budaya inovasi bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, dan seluruh insan rumah sakit.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Djamil Research Connect 1 memiliki sejumlah tujuan strategis. Pertama, meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia rumah sakit. Kedua, memperkuat pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pelayanan yang bermutu serta berorientasi pada keselamatan pasien.

Ketiga, mendorong pengembangan penelitian, publikasi ilmiah, inovasi, dan penerapan praktik berbasis bukti (evidence-based practice). Keempat, memperluas jejaring kolaborasi dengan rumah sakit, institusi pendidikan, organisasi profesi, dan berbagai mitra kerja sama. Kelima, membangun budaya belajar berkelanjutan dan inovasi dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan.

Menurut Maliana, pengembangan kompetensi dan penelitian merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Penelitian memberikan landasan ilmiah dalam pengambilan keputusan, sementara penerapan hasil penelitian dalam pelayanan memungkinkan tenaga kesehatan memberikan intervensi yang lebih tepat, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Webinar nasional ini menghadirkan tiga narasumber kompeten, yakni Ns. Rosi Suriati, S.Kep, Ns. Ema Julita, S.Kep, MARS, FISQua, dan Adek Suhendra, S.Kep. Melalui Djamil Research Connect 1, RS M. Djamil berharap semakin tumbuh semangat meneliti, berbagi pengetahuan, dan berinovasi di kalangan insan rumah sakit. Hasil penelitian diharapkan mampu menjadi dasar dalam menyusun kebijakan, memperbaiki proses pelayanan, meningkatkan efektivitas tindakan, serta memperkuat keselamatan pasien. ***